• Disclaimer
  • Home
  • Indeks
  • Redaksi
  • Sitemap
Metro24Jam.id
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Aceh
  • Sumut
  • Medan
  • Hiburan
  • Kesehatan
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Aceh
  • Sumut
  • Medan
  • Hiburan
  • Kesehatan
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
Metro24Jam.id
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Aceh
  • Sumut
  • Medan
  • Hiburan
  • Kesehatan
Home Hukum

Gadis Tamatan SMK Telkom 2 Medan Tewas di Kamboja

20 Agustus 2025
/ Hukum
Gadis Tamatan SMK Telkom 2 Medan Tewas di Kamboja

MEDAN24JAM.ID – Lanniari Hasibuan (53 tahun) histeris ketika mendapat kabar bahwa anak perempuannya, Nazwa Aliya (19 tahun) meninggal dunia di Kamboja.

Info yang didapat menyebutkan, belia yang tinggal di Jalan Bejo Gang Sejahtera Dusun XVI Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang, itu tewas setelah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit.

BacaJuga

Korupsi Dana BTT Rp1,15 Miliar, Kadis Kesehatan Batubara Jadi Tersangka dan Dijebloskan ke Penjara

KPK Temukan Dugaan Gratifikasi Penggunaan Jet Pribadi Milik Ketum Partai Hanura oleh Menag

Eks Kapolres Bima Kota Sudah jadi Tersangka, tapi tak Kunjung Ditahan

Sejak lama, lulusan SMK Telkom 2 Medan itu berkeinginan bekerja di luar negeri. Namun, sang ibu melarang.

“Dia (Nazwa), minta izin untuk interview di salah satu bank makanya saya izinkan,” ujar Lanniari saat ditemui di rumahnya didampingi Ketua OKK Grib Jaya Kota Medan Dudi Efni, Selasa (19/8/2025).

Semula Lanniari sempat ingin mendampingi.

“Pada 28 Mei sekitar jam 05.00 WIB, Nazwa sudah berangkat dari rumah. Saya sempat bangun, tapi karena lelah dan mengantuk, saya tidak terlalu memperhatikan,” tuturnya seperti dikutip dari kompas.com.

Besoknya, Lanniari menerima pesan WhatsApp dari Nazwa yang mengatakan telah meninggalkan kunci rumah di jendela. Saat dihubungi, Nazwa hanya meminta komunikasi lewat SMS.

Beberapa hari kemudian, kabar mengejutkan datang. Nazwa ternyata sudah berada di Bangkok Thailand.

“Saya sempat pingsan saat mendengar itu. Waktu saya tanya dengan siapa ke Bangkok, Nazwa bilang bersama teman PKL-nya. Tapi setelah saya desak, ia mengaku pergi sendiri,” ungkap Lanniari.

Pada 7 Agustus 2025, Lanniari mendapat kabar dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh bahwa Nazwa sedang sakit dan dirawat intensif di State Hospital Provinsi Siem Reap Kamboja. Namun, Lanniari mengaku dilarang KBRI untuk berangkat ke Kamboja.

“KBRI melarang saya datang ke Kamboja karena katanya anak saya benci melihat saya. Mereka sarankan adik saya atau keluarga lain yang berangkat,” kata Lanniari.

Pada 12 Agustus, keluarga kemudian mendapatkan kabar bahwa Nazwa meninggal dunia. “Saya dapat kabar tanggal 7 Agustus anak saya dirawat di RS, dan kemarin, 12 Agustus, saya kembali dikabarkan kalau anak saya sudah meninggal dunia,” ucap Lanniari dengan suara bergetar.

Terkendala Biaya, Grib Jaya Medan Siap Membantu

Hingga kini, jasad Nazwa masih berada di State Hospital Kamboja. Lanniari mengaku pasrah karena biaya pemulangan jenazah anaknya mencapai 8.500 Dollar Amerika atau sekitar Rp 138 juta.

“Saya tidak punya uang sebanyak itu. Saya sangat berharap pemerintah membantu pemulangan jenazah anak saya,” ujarnya lirih.

Sementara GRIB DPC kota Medan dibawah binaan Ferdy Jaya Sembiring dan Ketua Rudy Ginting melalui Ketua OKK Grib Jaya Kota Medan Dudi Efni mengatakan, akan melakukan pendampingan dan membantu pengurusan pemulangan jenazah Nazwa.

“Grib akan membantu mengurus mayat anak kita ini (Nazwa) sampai pulang ke Indonesia. Bahkan bersedia membantu pembayaran biaya pemulangan jenazah. Ini bantuan dari Allah hanya melalui tangan saya yang diberi Hamba Allah yang simpati dengan kisah pilu yang menimpa keluarga ibu Lanniari,” ujar Dudi. (dud/kc/hidayat ahmad)

Tags: Gadis tamatan smk 2 telkomKambojametro24jamTewas di kamboja
Sebelumnya

Tak Mau Dijemput Paksa, Ketua GRIB Sumut Akhirnya Menyerahkan Diri

Selanjutnya

Duh! Wamenaker Kena OTT KPK

BacaJuga

Korupsi Dana BTT Rp1,15 Miliar, Kadis Kesehatan Batubara Jadi Tersangka dan Dijebloskan ke Penjara
Hukum

Korupsi Dana BTT Rp1,15 Miliar, Kadis Kesehatan Batubara Jadi Tersangka dan Dijebloskan ke Penjara

21 Februari 2026
KPK Temukan Dugaan Gratifikasi Penggunaan Jet Pribadi Milik Ketum Partai Hanura oleh Menag
Hukum

KPK Temukan Dugaan Gratifikasi Penggunaan Jet Pribadi Milik Ketum Partai Hanura oleh Menag

19 Februari 2026
Eks Kapolres Bima Kota Sudah jadi Tersangka, tapi tak Kunjung Ditahan
Hukum

Eks Kapolres Bima Kota Sudah jadi Tersangka, tapi tak Kunjung Ditahan

18 Februari 2026
Kapolres Bima Kota Dicopot karena Kasus Narkoba, Penggantinya Malah Pernah Terseret Kasus yang Sama
Hukum

Kapolres Bima Kota Dicopot karena Kasus Narkoba, Penggantinya Malah Pernah Terseret Kasus yang Sama

17 Februari 2026
Eks Kapolres Bima Kota Akui Sekoper Narkoba Miliknya untuk Konsumsi Sendiri
Hukum

Eks Kapolres Bima Kota Akui Sekoper Narkoba Miliknya untuk Konsumsi Sendiri

16 Februari 2026
Kajari Padanglawas Ditangkap karena Pungli Kades, Jamintel Minta Jadi Pelajaran bagi Kajari Lainnya!
Hukum

Kajari Padanglawas Ditangkap karena Pungli Kades, Jamintel Minta Jadi Pelajaran bagi Kajari Lainnya!

15 Februari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Disclaimer
  • Home
  • Indeks
  • Redaksi
  • Sitemap

© 2025 Metro24Jam.id - Selalu Ada Yang Unik.

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Aceh
  • Sumut
  • Medan
  • Hiburan
  • Kesehatan

© 2025 Metro24Jam.id - Selalu Ada Yang Unik.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In