METRO24JAM.ID – Seorang sales mobil di Medan mengaku disekap, diculik dan disiksa seharian oleh sejumlah orang yang tak dikenal, Minggu (30/11/2025). Feri dituduh menggelapkan uang panjar pembelian mobil.
Hingga Minggu malam kemarin, Feri dengan luka memar di beberapa bagian tubuhnya, malah diserahkan sejumlah orang yang diduga preman itu ke Mapolrestabes Medan. Belum diketahui pasti apakah Feri diserahkan karena memang sudah ada laporan polisi terkait dugaan penggelapan uang DP mobil sebesar Rp50 juta.
Diceritakan Fauzi, teman Feri, aksi penyekapan terjadi di salah satu room sebuah tempat hiburan di Jalan Adam Malik. Di situ mereka diinterogasi dan dilarang keluar KTV selama beberapa jam.
Tak lama, tambah Fauzi, Feri dibawa ke kawasan daerah Padang Bulan dan Selayang.
“Dia diculik dan dibawa ke arah Padang Bulan,” ujarnya.
Fauzi mengaku, di tempat hiburan itu mereka disekap lebih dari 5 orang.
“Kami teman-temannya nggak dibawa. Hanya Feri yang dibawa sama beberapa orang,” tambahnya.
Sementara Feri, setelah diserahkan ke Polrestabes Medan, via whatsapp ke media, mengaku sempat mengalami penyiksaan.
“Beberapa bagian tubuh saya memar karena dipukul pakai martil sama yang nyekap dan nyulik,” kata Feri.
Ia mengaku diperlakukan seperti hewan oleh para penyekap sekaligus penyuliknya.
“Kayak bukan manusia, bang. Saya kayak bukan manusia yang enggak dihargai, kayak hewan, saya ditendang dan dipukul martil,” ujarnya.
Feri mengaku tidak mengetahui secara pasti total berapa jam menerima siksaan. Ia hanya mengingat dibawa sejumlah orang Minggu pagi sekira jam 11.00 WIB.
“Sampai ke rumah penyekapan, disiksa. Pokoknya, sebentar-sebentar disiksa. Kejam kali,” ujar Feri.
Penyekapan dan penyiksaan berhenti setelah dirinya diserahkan oleh orang yang menyiksanya ke Mapolrestabes Medan. (rel)






