METRO24JAM.ID – Perang masih terus berkecamuk di Timur Tengah, Selasa (17/3/2026). Serangan masih berlanjut di mana Iran menargetkan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dan sebuah hotel mewah di Baghdad, Irak.
Bahkan Uni Emirat Arab (UEA) juga untuk sementara menutup wilayah udaranya di tengah serangan terhadap fasilitas minyak.
Militer Israel mengatakan, telah ‘memulai gelombang serangan skala besar’ di ibu kota Teheran dan menargetkan infrastruktur rezim.
Bulan Sabit Merah Iran mengatakan, pada Selasa pagi para pekerja bantuan sedang berusaha menjangkau seorang warga Teheran yang terjebak di bawah reruntuhan dan kantor berita Mehr yang berafiliasi dengan negara, melaporkan sebuah ledakan terdengar di ibu kota.
Militer Israel juga mengatakan telah memulai ‘gelombang serangan tambahan’ terhadap target Hizbullah di ibu kota Beirut. Ini menyusul peluncuran operasi darat yang diperluas Israel di selatan negara itu pada Senin (16/3/2026).
Layanan darurat Israel melaporkan tembakan rudal ke arah Israel tetapi tidak ada korban jiwa atau dampak yang dilaporkan. Militer Israel juga mengatakan sistem pertahanannya mencegat rudal yang diluncurkan dari Iran
Kedutaan Besar AS dan Hotel Al-Rasheed di Baghdad menjadi sasaran serangan drone pada Selasa pagi. Hal ini merujuk video yang dilacak lokasinya oleh CNN International dan pejabat Irak.
Video itu tampaknya menunjukkan pertahanan udara menembak jatuh sebuah proyektil di dekat kedutaan. Ladang minyak Majnoon di Irak Selatan juga diserang, kata juru bicara kepala militer Irak.
Otoritas Penerbangan Sipil Umum menutup sementara wilayah udara negara itu “di tengah perkembangan keamanan regional yang cepat,” lapor media pemerintah pada Selasa pagi.
Otoritas Abu Dhabi juga menangguhkan operasi di ladang gas Shah yang besar setelah serangan drone yang memicu kebakaran.
Hal yang sama juga dilakukan otoritas di Kota Fujairah. Pihak berwenang mengatakan, kebakaran terjadi di Zona Industri Minyak Fujairah (FOIZ) akibat serangan drone.
Pertahanan udara mengumumkan bahwa mereka sedang menanggapi “ancaman rudal dan drone musuh”. Angkatan bersenjata Kuwait sempat memperingatkan warga bahwa “setiap ledakan” yang terdengar “adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh”.
Kementerian pertahanan mengatakan telah mencegat dan menghancurkan sekitar selusin drone di bagian timur negara itu. Tidak ada yang terluka dalam kejadian itu. (hidayat ahmad/cnbc)






