METRO24JAM.ID – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang diduga melibatkan seorang oknum perwira polisi berinisial Kompol DK dari Polda Sumatera Utara. Dalam video, DK bersama seorang perempuan menggunakan pod getar (PG) yang diduga menggunakan narkoba di sebuah tempat nongkrong Jalan Gatot Subroto.
Video ini langsung memicu gelombang kritik. Publik menilai, jika benar, tindakan tersebut jelas mencoreng citra Kepolisian Negara Republik Indonesia yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan narkoba.
Namun saat dikonfirmasi, Kompol DK memberikan klarifikasi yang justru memicu pro kontra baru. DK dengan enteng menyebut, video itu rekaman lama. Sedangkan perempuan yang ada di video adalah ‘target’.
“Itu video lama… dalam rangka taktik penyelidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, DK juga mengatakan, aktivitas yang dilakukannya juga dalam rangka taktik undercover.
“Itu juga bagian dari taktik undercover dalam rangka penyelidikan jaringan narkoba,” ujarnya lagi.
Penjelasan ini belum sepenuhnya meredam polemik yang sudah meluas di media sosial. Justru muncul pertanyaan baru dari publik: Benarkah itu operasi penyamaran, atau hanya alasan setelah viral?
Jika undercover, apakah prosedurnya memang seperti itu? Kenapa dokumentasi sensitif seperti itu bisa bocor ke publik?
Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya yang bergelanyut di hati publik. Apalagi dalam perjalanan karirnya, DK dikenal sebagai polisi yang sering bermasalah. Bahkan kasusnya juga selalu viral, namun tetap saja selamat.
Sementara akibat kasus itu, kini Kompol DK yang saat ini menjabat Kasubbagmin Binops Ditsamapta Polda Sumut sudah langsung dilakukan penempatan khusus (Patsus) dalam rangka pemeriksaan oleh Paminal Polda Sumut.
“Sudah dilakukan penempatan khusus
(Patsus) terhadap Kompol DK di Ruang Patsus Dittahti Polda Sumut,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, Rabu (29/4/2026). (tim)






