METRO24JAM.ID – Kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Bayu Putra Waas benar-benar amburadul. Sejumlah anak buahnya banyak bermasalah. Kini, Kaban Kesbangpolinmas Andi Mario Siregar (AMS) juga ikut-ikutan bikin malu.
Ya, Andi Mario Siregar tersangkut dugaan kasus ‘tali air’. Seorang honorer Pemko Medan mengaku telah disetubuhi hingga melahirkan. Namun, Andi menolak bertanggungjawab.
Kasus ini sebenarnya sudah berlangsung pada 2023 dan sempat menghebohkan. Namun seiring berjalannya waktu, kasusnys sempat meredup.
Namun entah bagaimana, kasus ‘tali air’ ini kembali mencuat. MT yang kini telah membesarkan anak hasil hubungannya dengan Andi, kembali speakup (angkat bicara).
Sedikit mengulas masa lalu, MT mengatakan, perkenalannya dengan Andi terjadi pada 2021. Saat itu, Andi masih menjabat Camat Medan Helvetia. Tak lama berkenalan, keduanya memilih untuk berpacaran.
Selama berpacaran, keduanya nekat memadu kasih hingga ke ranjang. Alhasil pada Oktober 2021, MT hamil.
Namun apes, Andi malah tak mau bertanggungjawab. Dari sejak hamil hingga melahirkan, Andi tak pernah menafkahi MT. Hingga anak di luar nikah keduanya berusia 1,5 tahun, Andi juga tak mau bertanggungjawab.
Karena merasa tak pernah dipedulikan dan anak yang dilahirkan hasil hubungan gelapnya bersama Andi tak juga ditanggungjawabi, MT akhirnya kembali speakup. Tujuannya tak lain agar Andi mau bertanggungjawab dengan darah dagingnya sendiri.
Kaban Kesbangpolinmas Andi Mario Siregar yang coba dikonfirmasi via WhatsApp membantah semua keterangan MT.
“Itu tidak benar, bang!” ujar Andi menjawab chat yang dilayangkan wartawan, Sabtu (28/2/2026).
Dijelaskannya, kalau lah kasus itu memang benar, saat dirinya menjabat di masa kepemimpinan Bobby Nasution, pastilah sudah dicopot. Apalagi kasusnya tak pernah dilaporkan ke polisi.
“Jika memang benar berita yg dimaksud, th 2023 sudah lebih duluan kena Rodam dg pak Bobby Nasution. Jadi itu fitnah, bang,” ujarnya lagi via chat.
Mencuatnya kembali kasus Andi Mario Siregar, membuktikan bahwa jiwa leadership (kepemimpinan) Rico Waas sangat lemah. Harusnya usai dilantik, Rico Waas sudah gerak cepat mendudukkan orang-orangnya sebagai pejabat. Orang-orang yang dianggap berpotensi bermasalah, harusnya langsung diganti.
“Kasus AMS (Andi Mario Siregar) dan pejabat-pejabat bermasalah lainnya, membuktikan Rico sebagai Wali Kota tak punya jiwa kepemimpinan. Rico juga tak punya konsep pembangunan. Bagaimana tidak, banyak kursi dinas masih diisi Plt. Kalau terus begini, Medan akan semakin amburadul,” tukas Penggiat Sosial Yunan Habibi kepada wartawan di Medan, Sabtu (28/2/2026). (hidayat ahmad)






