• Disclaimer
  • Home
  • Indeks
  • Redaksi
  • Sitemap
Metro24Jam.id
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Aceh
  • Sumut
  • Medan
  • Hiburan
  • Kesehatan
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Aceh
  • Sumut
  • Medan
  • Hiburan
  • Kesehatan
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
Metro24Jam.id
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Aceh
  • Sumut
  • Medan
  • Hiburan
  • Kesehatan
Home Hukum

BPK Bongkar Dugaan Investasi ‘Boncos’ di PT Pelindo, Ratusan Miliar Menguap!

Publik Bertanya, Ini Uang Siapa?

5 Februari 2026
/ Hukum
BPK Bongkar Dugaan Investasi ‘Boncos’ di PT Pelindo, Ratusan Miliar Menguap!

METRO24JAM.ID – Gelombang kritik kembali menghantam PT Pelindo (Persero). BUMN pengelola pelabuhan ini kerap berinvestasi di Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, deretan proyek yang digadang-gadang jadi tulang punggung logistik nasional itu justru disinyalir lebih banyak menelan kerugian ketimbang menghasilkan keuntungan.

Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), PT Pelindo berpotensi mengalami kerugian minimal Rp470,7 miliar dari investasi di Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC). Fakta yang bikin geleng kepala, sejak beroperasi 1 April 2023 hingga November 2024, pendapatan JTCC belum mampu menutup beban bunga pinjaman. Jalan tol sudah dibuka, tapi arus kasnya masih jalan di tempat.

BacaJuga

Hakim Tegaskan Jangan Percaya Kalau Ada Pihak yang Ngaku Bisa Pengaruhi Putusan

Sidang Lawan Telkom dan Telkomsel di PN Stabat, Vantony Huang Optimis Hakim Putuskan Hasil yang Seadil-adilnya!

Kajari Karo dan Anak Buahnya yang Terlibat Penanganan Kasus Amsal Diperiksa di Kejagung

Proyek JTCC dijalankan oleh PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (PT CTP) dengan sokongan pinjaman Rp470,70 miliar dari PT Akses Pelabuhan Indonesia (PT API)—anak usaha Sub Holding Pelindo Solusi Logistik. BPK pun mengetuk meja, meminta Direktur Utama Pelindo dan Direksi SPSL segera cari jurus penyelamatan agar lubang kerugian tak makin melebar.

Tak berhenti di situ, 3 PSN lain ikut disorot, diantaranya Pelabuhan Kuala Tanjung, Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT) di Sumatera Utara, serta Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat. Ketiganya disebut belum memberi kontribusi sesuai target. Artinya, janji manis di atas kertas belum sejalan dengan realita di lapangan.

Pelabuhan Kuala Tanjung yang dioperasikan PT Prima Multi Terminal (PMT)—usaha patungan Pelindo, PP dan Waskita, menelan biaya investasi Pelindo sekitar Rp3,53 triliun. Sumber dana pembangunan sebagian besar berasal dari pinjaman bank Rp2,67 triliun.

Namun sejak beroperasi pada 2019, target kinerja hampir selalu meleset, kecuali satu pos non-petikemas pada 2021. Bahkan, akumulasi rugi-laba pengoperasian Terminal Kuala Tanjung periode 2019–2024 tercatat minus Rp1,069 triliun. Laba yang muncul pada 2023–2024 pun bukan murni dari Kuala Tanjung, melainkan ditopang Terminal Belawan.

Nasib Kawasan Industri Kuala
Tanjung tak kalah muram. BPK menilai pengoperasiannya molor dari jadwal, sementara lahan yang sudah dibebaskan belum menghasilkan return.

Di Pelabuhan Kijing, throughput belum memenuhi studi kelayakan dan belum bisa melayani bongkar muat petikemas, padahal statusnya PSN.

Ironisnya, seluruh temuan ini bukan kejutan. Dewan Komisaris Pelindo disebut telah berulang kali memberi masukan sepanjang 2023–2024 agar kinerja PSN diperbaiki.

Namun publik kini bertanya, mengapa masalah lama terus berulang?

Apakah PSN dikejar demi label strategis, sementara hitung-hitungan bisnisnya tertinggal?

Hingga berita ini terbit, PT Pelindo dan pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Di media sosial, warganet ramai berdebat, ada yang menyebut ini risiko investasi jangka panjang, tak sedikit pula yang menagih akuntabilitas pengelolaan uang negara.

Satu hal yang pasti, ketika ratusan miliar rupiah dipertaruhkan, publik berhak tahu, PSN ini strategi masa depan atau sekadar proyek prestise yang mahal? (hidayat ahmad/int)

Tags: Beritakorupsimetro24jamPelindo
Sebelumnya

Institusi Polri kembali Tercoreng! Kasat Narkoba Polres Bima Kota Ditangkap

Selanjutnya

Harga Emas Kembali Menguat di Banda Aceh, Per Gram Tembus Rp2.794.000

BacaJuga

Hakim Tegaskan Jangan Percaya Kalau Ada Pihak yang Ngaku Bisa Pengaruhi Putusan
Hukum

Hakim Tegaskan Jangan Percaya Kalau Ada Pihak yang Ngaku Bisa Pengaruhi Putusan

7 April 2026
Sidang Lawan Telkom dan Telkomsel di PN Stabat, Vantony Huang Optimis Hakim Putuskan Hasil yang Seadil-adilnya!
Hukum

Sidang Lawan Telkom dan Telkomsel di PN Stabat, Vantony Huang Optimis Hakim Putuskan Hasil yang Seadil-adilnya!

6 April 2026
Kajari Karo dan Anak Buahnya yang Terlibat Penanganan Kasus Amsal Diperiksa di Kejagung
Hukum

Kajari Karo dan Anak Buahnya yang Terlibat Penanganan Kasus Amsal Diperiksa di Kejagung

6 April 2026
Komisi III DPR-RI Murka! Kajari Karo dan Jajarannya Dianggap Melawan dan Bangun Narasi Sesat
Hukum

Komisi III DPR-RI Murka! Kajari Karo dan Jajarannya Dianggap Melawan dan Bangun Narasi Sesat

1 April 2026
Istri dr Richard Lee Bungkam Usai Diperiksa Polda Metro Jaya
Hukum

Istri dr Richard Lee Bungkam Usai Diperiksa Polda Metro Jaya

30 Maret 2026
Setelah Sempat Jadi Polemik, KPK kembali Tahan Gus Yaqut di Rutan
Hukum

Setelah Sempat Jadi Polemik, KPK kembali Tahan Gus Yaqut di Rutan

24 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Disclaimer
  • Home
  • Indeks
  • Redaksi
  • Sitemap

© 2025 Metro24Jam.id - Selalu Ada Yang Unik.

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Aceh
  • Sumut
  • Medan
  • Hiburan
  • Kesehatan

© 2025 Metro24Jam.id - Selalu Ada Yang Unik.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In