METRO24JAM.ID – Foto Cilia Flores dengan kepala diperban saat berada di ruang pengadilan New York, telah menjadi simbol dari sekadar kasus hukum.
Itu adalah sebuah potret ketelanjangan Amerika Serikat (AS) yang memainkan peran polisi dunia, namun menginjak-injak hukum internasional yang selalu mereka gaungkan ke seluruh dunia.
Namun anehnya, banyak negara diam. Malah tak sedikit yang mendukung. Kalau pun ada yang berempati, hanya bisa bersuara keras tanpa berani mengambil tindakan tegas.
PBB yang menjadi benteng terakhir keadilan, juga membisu. Lembaga Hak Azasi Manusia (HAM) dunia juga seakan radang tenggorokan. Semuanya kompak terdiam membisu.
Padahal sangat jelas, sebagai Ibu Negara Venezuela, Cilia Flores harusnya dihormati. Kalau pun suaminya, Presiden Nicolas Maduro bersalah, tangkaplah. Tak perlu seorang perempuan tak berdaya ikut diseret seolah ikut menjadi penjahat internasional.
Melihat hal ini, sangat jelas terasa konspirasi besar petinggi elite Venezuela ikut berperan bersama AS. Karena jika Cilia Flores tak ikut diterbangkan, ada pihak yang ketakutan bahwa akan ada perlawanan dari orang-orang yang masih setia dengan Nicolas Maduro.
Kalau sudah begini, akankah dunia tetap diam? Perang memang bukan yang terbaik, tapi jika kedaulatan dan harga diri bangsa dan dunia diinjak-injak, masihkah negara-negara di dunia diam? (hidayat ahmad)






