METRO24JAM.ID – Polisi akhirnya tuntas mengungkap motif pembunuhan seorang ibu di Medan. Ternyata seperti dugaan sebelumnya, sang anak menjadi pelaku tunggal dalam peristiwa itu.
Dari paparan yang disampaikan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, polisi akhirnya bisa mengungkap motif kasus pembunuhan seorang ibu inisial FS (Farida Soraya) di Medan Sumatra Utara. Hasilnya, pelaku adalah putri kandungnya sendiri.
Dari hasil penyelidikan, tindakan pidana itu diduga lantaran rasa marah dan dendam karena sering dimarahi dan perlakuan kasar korban terhadap pelaku dan kakaknya. Bahkan game online tersangka sempat dihapus korban.
Dijelaskan Jean Calvijn, sesuai hasil analisis saintifik dan pemeriksaan saksi, termasuk anggota keluarga, korban tidak pernah keluar rumah sejak 8 Desember hingga peristiwa pembunuhan pada 10 Desember 2025. Tapi, cuma pelaku dan dua anggota keluarga lain, yakni suami dan anak pertama korban yang keluar masuk rumah.
“Dari gambaran ini (melalui rekaman CCTV), dari tanggal 8 sampai tanggal 9, korban tidak pernah keluar dari rumah, dan tidak ada orang lain yang masuk ke dalam rumah. Hanya keluarganya saja. Yaitu bapaknya, kakak dan adik (pelaku),” ujar Calvijn.
Dari hasil pemeriksaan, Calvijn mengungkap bahwa penyidik menemukan adanya riwayat perlakuan kasar korban terhadap anggota keluarganya.
Dia juga menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, korban disebut kerap memarahi, memukul, hingga mengancam suami dan kedua anaknya.
“Pernah mengancam ketiganya dengan menggunakan pisau. Kakak sering dimarahi, dimaki, dipukul, menggunakan sapu dan tali pinggang. Kemudian adik sering dimarahi dan dicubit. Adik (pelaku) terlintas berpikir untuk melukai korban, tetapi tidak ada kesempatan,” papar Calvijn.
Hingga akhirnya, pada 10 Desember 2025, jam 04.00 WIB, peristiwa keji itu terjadi. Adik yang sedang tidur bersama korban dan kakaknya, kemudian terbangun. Saat itu, pelaku yang berada di samping korban tak mampu menahan amarah.
“Kemudian dari adik, adik tiba-tiba terbangun dan memandangi korban yang tidur di sampingnya semakin menimbulkan rasa marah. Adik mengambil pisau, membuka bajunya dan melukai korban. Ditanyakan kepada adik, kenapa baju dibuka? Dengan alasan supaya tidak terkena apabila ada luka-luka yang ada menodai bajunya,” jelas Calvijn.
Saat itu, kakak terbangun dan langsung merampas pisau yang masih dipegang pelaku. Kakak pelaku selanjutnya membuang pisau tersebut.
Saat kakak merampas pisau dari pelaku, jarinya tergores yang kemudian menyebabkan ada bercak darah di lantai dua. (mtvc/hidayat ahmad)






