METRO24JAM.ID – Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak menggerebek markas judi dan narkoba di kawasan Jermal 15 Medan. Penggerebekan besar-besaran itu disambut rasa lega masyarakat.
Dari pantauan wartawan, wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan peredaran narkoba dan perjudian mendadak senyap usai digerebek.
Namun di balik ketenangan itu, warga mendesak polisi agar segera menangkap Guntur, bandar narkoba kelas kakap, yang selama ini diduga mengendalikan jaringan di kawasan tersebut.
“Razianya kami apresiasi, bang. Sudah lama kami tunggu. Tapi yang paling penting itu bandarnya. Kalau di sini, yang sering disebut namanya Guntur,” ujar warga kepada wartawan, Minggu (21/12/2025).
Warga menilai, selama ini penindakan hukum kerap menyasar pengguna, kurir kecil, atau lokasi transaksi. Sementara para bandar besar yang diduga mengendalikan jaringan dari balik layar justru jarang tersentuh.
“Kalau cuma alatnya dirusak atau pemain kecil yang ditangkap, tidak lama pasti muncul lagi. Bandarnya itu yang harus ditangkap supaya benar-benar bersih,” ungkap warga lainnya.
Warga juga mengaku, peredaran narkoba di Jermal 15 telah berlangsung lama dan menimbulkan keresahan serius. Tidak sedikit generasi muda yang disebut terjerumus, sementara lingkungan sekitar kerap mendapat stigma negatif.
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan memimpin langsung operasi penggerebekan besar-besaran di Jermal 15 usai Apel Lilin 2025 dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar di Komplek Metro Link, Jalan AH Nasution.
Operasi itu melibatkan personel Brimob Polda Sumatera Utara, Satnarkoba Polrestabes Medan, Satreskrim, serta tim khusus bentukan Kapolrestabes Medan.
Dengan pengamanan ketat, petugas menyisir gang-gang sempit, rumah-rumah yang dicurigai, hingga lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi dan konsumsi narkoba serta arena perjudian ilegal.
Sejumlah barang bukti berhasil diamankan, mulai dari alat isap narkoba (bong), narkotika yang diduga siap edar, mesin judi dingdong, hingga meja judi tembak ikan.
Tak hanya menyita barang bukti, aparat juga merusak fasilitas yang digunakan pelaku agar tidak dapat difungsikan kembali.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memutus mata rantai kejahatan narkoba dan perjudian.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menegaskan, pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap pelaku narkoba dan perjudian di wilayah hukumnya.
Sedangkan untuk bandar besarnya, Guntur telah menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk segera ditangkap.
“Bandar besar di kawasan itu sudah kita target. Kita akan segera melakukan penangkapan terhadap Guntur! Karena itu sudah jadi PR kita,” ujar Calvijn. (tim)






