METRO24JAM.ID – Keberadaan Terminal Bus Perawang terkesan mubazir. Pasalnya, sejak dibangun pada 2005 hingga saat ini, terminal di Jalan Lintas Perawang atau biasa disebut Jalan KM 10 Kelurahan Perawang Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, sama sekali tak berfungsi.
Dari pantauan wartawan, kondisi terminal cukup memprihatinkan. Meski terkesan megah, namun aliran listrik tidak ada. Alhasil saat malam, kesan angker begitu terasa.
“Sejak dibangun pada 2005, bangunan sama sekali tidak difungsikan. Apalagi aliran listriknya tidak ada. Jadi kalau malam, suasana angker begitu terasa,” ungkap pria berprofesi sebagai ojek di kawasan itu.
Pria yang enggan menyebutkan namanya itu mengatakan, saat ini hanya Bus PMH yang menurunkan penumpang di terminal itu. Sedangkan untuk Bus Makmur dan Halmahera, penumpangnya turun di loketnya sendiri di sebelah terminal.
“Untuk bus, kalau gak salah tinggal PMH aja yang menurunkan penumpang di sana (Terminal Perawang),” ujarnya.
Kalau lah begitu kenyataannya, berarti miliaran uang rakyat untuk pembangunan Terminal Perawang berhamburan begitu saja. Karenanya publik berharap, aparat penegak hukum seperti Kejaksaan, Ditreskrimsus Polda Riau dan KPK-RI, segera mengusut kasus ini dengan segera.
Sehingga potensi kerugian negara, bisa dicegah. Di samping itu, dinas-dinas terkait juga bisa memiliki rencana yang baik untuk melakukan pengeluaran yang bersumber dari APBD dan APBN.
“Jadi tidak terkesan asal membangun yang ujung-ujungnya uang rakyat terbuang percuma,” ujar Jaya, warga Perawang, saat dimintai komentarnya, Minggu (31/5/2026). (hidayat ahmad)






