METRO24JAM.ID – Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah menganggarkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa miskin Rp16 miliar. Namun mirisnya, bantuan itu jauh dari kata layak.
Dari temuan wartawan di lapangan, bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan kepada siswa miskin benar-benar tak layak pakai. Terutama untuk tas dan sepatu. Padahal anggarannya dinilai cukup fantastis.
Untuk bantuan tas, sablon yang digunakan terkesan hanya tempelan dan mudah terkelupas. Tak hanya itu, resleting tas juga mudah rusak.
Begitu juga dengan sepatu. Cukup rentan rusak. Diperkirakan, usia pemakaiannya hanya beberapa bulan sudah jebol.
Padahal anggaran untuk perlengkapan sekolah itu cukup besar. Berdasarkan penelusuran pada laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, untuk anggaran Tahun 2024 tersebut, terbagi dalam 2 paket besar.
Pertama, paket pengadaan seragam sekolah siswa miskin SMP senilai Rp11.123.500.000 yang meliputi pakaian sekolah, atribut seragam SMP, serta sepatu sekolah (Kode RUP 47965088).
Kedua, paket pengadaan tas ransel SMP sebesar Rp5.000.000.000 dengan volume pekerjaan 20.000 unit (Kode RUP 47965087).
Jika ditotal, anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp16 miliar, dengan jadwal pemanfaatan barang dari Juli hingga Desember 2024, serta pelaksanaan kontrak berlangsung sejak Maret hingga Juli 2024.
“Cukup miris memang. Untuk tas sekolah saja, harganya bisa mencapai Rp250 ribu per tas. Namun kualitasnya jauh dari kata layak,” ujar ujar Bambang SH, penggiat anti korupsi di Medan, Selasa (20/1/2026).
Dijelaskan Bambang, sudah sewajarnya para aparat penegak hukum (APH), baik KPK, Kejaksaan dan Polda Sumut bergerak untuk menyelidiki kasus dugaan korupsi di Disdikbud Medan.
“Aparat penegak hukum harus sigap. Permainan korupsi seperti ini harus diberantas hingga tuntas. Apalagi pejabat yang mempermainkan anggaran untuk rakyat miskin. Tangkap dan jebloskan ke penjara,” ujarnya. (hidayat ahmad)






