METRO24JAM.ID – Dengan tangan terborgol dan langkah terseok, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri, dibawa tentara AS dari Penjara Broklyn menuju Pengadilan Federal Manhattan. Perpindahan itu dikawal ketat bak pengawalan teroris.
Nicolas Maduro untuk pertama kalinya muncul di hadapan pengadilan federal Amerika Serikat pada Senin (5/1/2026) waktu setempat setelah penangkapannya dalam operasi militer yang mengguncang tatanan diplomasi internasional.
Presiden yang digulingkan itu mengaku tidak bersalah atas seluruh dakwaan narkotika.
“Saya tidak bersalah. Saya tidak terbukti bersalah. Saya adalah pria yang baik. Saya masih presiden negara saya,” ujar Maduro melalui penerjemah di ruang sidang Pengadilan Federal Manhattan di New York, sebelum pernyataannya dihentikan oleh Hakim Distrik AS Alvin Hellerstein, seperti dilansir Reuters.
Istri Maduro, Cilia Flores, yang turut ditangkap dalam operasi tersebut, juga menyatakan tidak bersalah. Hakim menetapkan sidang lanjutan akan digelar pada 17 Maret mendatang.
Sidang singkat berdurasi sekitar 30 menit itu berlangsung di tengah pengamanan ketat. Di luar gedung pengadilan, puluhan demonstran pro dan anti-Maduro berkumpul.
Hal ini memperlihatkan tajamnya polarisasi yang menyertai penahanan tokoh yang selama lebih dari satu dekade memimpin Venezuela. (hidayat ahmad/cnbc)






