METRO24JAM.ID – Rumah yang dihuni tokoh pemuda dan tokoh olahraga di Medan Labuhan jadi sasaran amuk massa geng motor selama 3 hari berturut-turut sejak 16-17-18 Juli 2026. Bahkan akibat insiden tersebut, satu remaja tewas terkena peluru nyasar.
Pengakuan Ganda Putra Simbolon, rumahnya di pinggiran rel kereta api Lingkungan II Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan, yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Sei Mati, dirusak dan dilempari ratusan geng motor gabungan. Tak hanya rumahnya, beberapa rumah warga turut jadi korban. Mobil angkot milik warga juga turut dirusak.
Menurut warga, polisi terkesan lamban mengatasi serangan dari kelompok geng motor bayaran tersebut hingga timbulnya korban jiwa meninggal dunia, meskipun sudah ada 5 warga yang membuat laporan pengaduan (LP) di Polsek Medan Labuhan pasca serangan pertama dan kedua oleh kelompok penyerang.
“Kalau polisi tanggap, praktis tidak ada serangan susulan selama dua hingga tiga hari,” ujar Siregar, warga Medan Labuhan, Jumat (24/7/2026).
Lambannya kinerja polisi membuat seorang warga akhirnya tewas dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.
Ganda Putra Simbolon, selaku tokoh pemuda di Kecamatan Medan Labuhan tidak menduga rumahnya jadi sasaran amuk massa gabungan dari sejumlah geng motor.
“Mungkin ada orang yang tak senang dengan aktivitas saya dalam memerangi dan mencegah peredaran narkoba di kawasan Sei Mati dan Medan Labuhan khususnya. Sehingga mereka menyerang dan merusak rumah saya,” ujar Ganda yang juga Pengurus KONI Medan Labuhan.
“Saya meminta agar polisi segera menindaklanjuti LP saya di Polsek Medan Labuhan sekaligus menangkap para pelaku penyerangan dan pengrusakan rumah saya, apalagi nama-nama terduga pelaku dan rekaman CCTV sudah saya sampaikan sama polisi,” tutur Ganda.
Ganda menambahkan, peristiwa penyerangan rumahnya bukanlah bentrok antarkelompok warga, melainkan penyerangan yang dilakukan oleh sedikitnya 5 kelompok geng motor yang bergabung untuk melakukan penyerangan ke rumahnya yang lokasinya berbatasan langsung dengan wilayah Kelurahan Sei Mati.
“Jadi ini juga kita sampaikan, agar ibu korban yang anaknya meninggal dunia bisa memahami kronologis kejadian sebenarnya. Karena dalam peristiwa itu, banyak juga yang menggunakan senapan angin,” ujarnya. (wsp/hidayat ahmad)






