METRO24JAM.ID – Antren BBM yang terus mengular di sejumlah SPBU, masih menjadi perdebatan. Gubsu Bobby Nasution mengatakan bahwa pasokan BBM terkendala karena para supir mogok. Sedangkan Pertamina menegaskan antrean dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat pascalibur sekolah.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, pihaknya memahami antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Tak hanya itu, roda perekonomian juga ikut terimbas.
“Kami sadari masyarakat harus meluangkan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM, termasuk para pengemudi angkutan umum, pelaku usaha, pekerja dan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Atas kondisi itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara yang terdampak,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Fahrougi juga mengatakan, dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kebutuhan BBM masyarakat yang cukup signifikan, khususnya setelah masa libur sekolah. Lonjakan konsumsi itu membutuhkan penyesuaian kapasitas angkutan dan ritase mobil tangki agar distribusi ke SPBU kembali mengimbangi tingginya permintaan.
“Dalam beberapa hari terakhir terdapat peningkatan kebutuhan BBM masyarakat, khususnya pascalibur sekolah yang cukup signifikan. Peningkatan konsumsi tersebut membutuhkan penyesuaian kapasitas angkutan dan ritase mobil tangki agar distribusi ke SPBU dapat kembali mengimbangi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Fahrougi memastikan, ketersediaan BBM di Fuel Terminal (FT), khususnya Medan Group, berada dalam kondisi terjaga. Apalagi fokus Pertamina saat ini adalah mempercepat pengiriman BBM dari terminal menuju SPBU agar pasokan diterima masyarakat secara lebih merata dan antrean berkurang.
Sebagai upaya percepatan distribusi, Pertamina mengoperasikan Fuel Terminal Medan selama 24 jam penuh. Perusahaan juga menambah 20 unit mobil tangki, menerapkan skema spot charter, serta menambah personel dengan dukungan awak mobil tangki dari terminal terdekat maupun wilayah regional lainnya.
Selain itu, Pertamina melakukan alih suplai dari Fuel Terminal Kisaran, Pematangsiantar dan Lhokseumawe untuk membantu penyaluran BBM ke berbagai wilayah di Sumatera Utara. Dukungan personel dari Bekang TNI juga dilibatkan dalam upaya mempercepat distribusi.
“Tim kami juga melakukan pemantauan secara langsung dan intensif terhadap kondisi stok, antrean, serta realisasi penyaluran di setiap SPBU,” ujarnya.
Distribusi BBM, lanjut Fahrougi, diprioritaskan ke SPBU yang melayani koridor logistik, angkutan umum dan wilayah dengan tingkat kebutuhan tinggi tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di daerah lainnya.
Fahrougi juga menambahkan, percepatan distribusi dilakukan melalui koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, pengelola SPBU, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kami memahami masyarakat mengharapkan tindakan nyata, bukan sekadar penjelasan. Oleh karena itu, seluruh jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus bekerja di lapangan untuk menambah ritase, memperkuat armada dan memastikan BBM sampai ke SPBU secara bertahap,” tegasnya. (hidayat ahmad/tmc)






