METRO24JAM.ID – Dalam beberapa hari terakhir, antrean panjang di SPBU menjadi pemandangan yang memprihatinkan di Kota Medan dan sekitarnya. Dugaan kelangkaan BBM membuat warga harus mengantre cukup lama. Benarkah BBM langka?
Dari penelusuran wartawan di sejumlah SPBU, antrean panjang bukan disebabkan kelangkaan BBM. Namun lebih karena kepanikan pengendara sepedamotor yang terkesan takut BBM jenis pertalite habis.
Karena dari pantauan beberapa hari terakhir, antrean lebih didominasi truk-truk besar yang ingin mengisi solar bersubsidi. Antrean truk yang mengular ini, membuat pengendara sepedamotor seakan ketakutan. Hingga tanpa bisa dicegah, antrean sepedamotor ini pun ikut mengular.
“Memang ada beberapa SPBU yang kehabisan stok. Tapi bukan karena kelangkaan, tapi karena stok yang ada habis di luar jadwal biasa akibat besarnya permintaan,” ujar sejumlah petugas SPBU yang sempat ditemui wartawan di Jalan Asrama Helvetia, Pinang Baris dan beberapa SPBU lainnya, Senin (13/7/2026) malam.
Karenanya beberapa petugas SPBU berharap, warga jangan panik dan tidak perlu antre jika stok BBM-nya masih banyak.
“Isi BBM secukupnya. Karena stok kita sebenarnya cukup. Tapi karena terkesan ada kepanikan, pengendara membuat antrean yang membuat pengendara lainnya panik,” ujar sejumlah petugas SPBU.
Sementara itu, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution yang dimintai tanggapannya mengaku akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari penyebabnya. Dia belum mengetahui apakah soal distribusi atau stoknya.
“Habis ini kami koordinasi dengan Pertamina, kendalanya gimana, apakah stoknya atau distribusinya,” ujar Bobby, Senin (13/7/2026).
Bobby mengatakan, bila sudah ditemukan kendalanya, pihaknya siap membantu mencarikan solusi.
“Kami tanyakan (ke Pertamina) apakah evaluasi distribusinya atau apa yang mungkin bisa kami bantu, kami percepat, tapi kalau (soal) stoknya, apa yang bisa dilakukan Pertamina? Nanti kami coba informasikan lebih lanjut,” ujarnya. (hidayat ahmad)






