METRO24JAM.ID – Seorang mantan pegawai inspektorat bernama Dinda Laraswati mengungkap dugaan berbagai permasalahan internal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deliserdang melalui media sosial.
Dalam pernyataannya, Dinda dengan berani menyoroti dugaan praktik sejumlah pemotongan ‘hasil keringat’ ASN yang dinilai tidak transparan. Tak hanya pemotongan, sejumlah program disebut tidak berjalan meski dana telah dicairkan.
Dinda juga mempertanyakan dugaan pemotongan berkaitan dengan zakat, infak dan sedekah yang dinilai tidak sepenuhnya bersifat sukarela.
Tak hanya itu, Dinda turut mengungkap keluhan tenaga PPPK, khususnya guru paruh waktu, yang disebut belum menerima gaji meski telah bekerja dengan beban setara ASN.
Dinda berharap adanya transparansi serta penghentian praktik yang merugikan pegawai.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Deliserdang Samsuar Sinaga mengatakan, program Gerakan Amal Kasih bagi pegawai non-Muslim bersifat sukarela dan tidak ada pemotongan melalui TPP.
Samsuar juga mengaku terkejut jika ada pemotongan terhadap sumbangan yang seharusnya tidak memiliki kewajiban nominal maupun administratif. (hidayat ahmad)






