METRO24JAM.ID – Perlawanan tokoh-tokoh pengusung ‘ijazah palsu’ Jokowi terus melemah. Setelah Egy Sudjana memilih restorative justice, disusul dengan Rismon Sianipar. Kini, Dokter Tifauzia Tyassuma memberitahukan bahwa saat ini memilih rehat sejenak dari polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Dokter Tifauzia beralasan, dirinya ingin fokus menjalani ibadah di akhir momen Ramadhan 2026. Hal itu dia sampaikan melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Selasa (17/3/2026).
Dokter Tifa memilih menarik diri dari berbagai urusan. Fokus pada sholat, tadarus, membaca kitab hikmah dan lebih banyak berdiam di rumah.
Meski rehat, Tifa mengaku akan tetap mengikuti perkembangan polemik ijazah Jokowi. Namun hanya dari kejauhan.
Sebelumnya, Tifa menyoroti langkah rekannya, Rismon Hasiholan Sianipar yang mengajukan permohonan keadilan restoratif atau restorative justice, yang akhirnya diterima Jokowi.
Rismon sebelumnya satu klaster kasus dengan Dokter Tifa dan Roy Suryo.
Permohonan itu diajukan setelah Rismon mengakui ijazah Jokowi asli.
Pengakuan disampaikan melalui video di kanal YouTube Balige Academy, Rabu (11/3/2026). Rismon menyebut, hasil itu diperoleh setelah penelitian ulang selama 2 bulan.
Dokter Tifa menyesalkan langkah tersebut. Dia menegaskan tidak akan menempuh jalur restorative justice.
Menurutnya, pilihan Rismon bukan karakter asli yang dikenalnya. Dia menduga ada tekanan yang memengaruhi keputusan itu.
Selain itu, Dokter Tifa juga menyinggung pelaporan dugaan ijazah palsu jenjang S2 dan S3 milik Rismon. Termasuk isu dugaan pemalsuan surat kematian untuk kepentingan beasiswa di Universitas Yamaguchi.
Meski demikian, Dokter Tifa mengaku memahami tidak semua orang kuat menghadapi tekanan.
Sebelum menyampaikan rehat sejenak, Dokter Tifa sempat memberikan pesan menyentuh kepada Rismon Sianipar. Pesan menyentuh ini disampaikan Dokter Tifa melalui cuitannya di akun twitter (x).
Dalam postingannya itu, Dokter Tifa mengunggah foto dirinya bersama Rismon Sianipar dan Roy Suryo. Dalam foto tersebut, Dokter Tifa mengenang momen mereka bertiga ketika masih bersama-sama meneliti keabsahan ijazah milik ayah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka itu.
Berikut cuitan Dokter Tifa selengkapnya:
“Ketika kami bertiga masih memilih menjadi manusia yang seBERANI-BERANInya.
Perjuangan memang berat dan melelahkan. 365 hari. 8.760 jam. 525.000 menit. Tidak semua orang sanggup. Rismon, bagaimanapun kita sudah pernah berjuang sama-sama buat memutihkan hitamnya sejarah bangsa ini,” tulisnya.
Sebelumnya, Jokowi telah menerima permohonan restorative justice dari Rismon. Pertemuan berlangsung di kediaman Jokowi di Surakarta, Kamis (12/3/2026).
Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara menyebut, proses administrasi tengah disiapkan. Pemberkasan ditarget rampung dalam beberapa hari.
Rismon mengatakan, temuan sebelumnya dalam buku Jokowi’s White Paper mengandung kekeliruan. Kesalahan itu terkait analisis watermark dan embos dokumen.
Hasil uji ulang menunjukkan 2 unsur tersebut memang ada pada ijazah Jokowi.
Rismon pun meminta maaf secara terbuka. Rismon menegaskan penelitiannya murni ilmiah. Tidak bermotif politik. Hanya didorong rasa ingin tahu sebagai peneliti digital image processing. (hidayat ahmad/tmc)






