METRO24JAM.ID – Nasib tragis dialami Hans Nathanael Saragih (24 tahun). Sudah kendaraan milik teman wanitanya, Febri, yang di parkir hilang, Hans malah dipukuli tukang parkir.
Peristiwa kehilangan disertai penganiayaan itu berlangsung di Sea Food Mak Judes, Jalan Sei Batanghari Medan, Minggu (15/3/2026). Akibatnya, pelipis kepala Hans bendol-bendol dan sekujur tubuh memar.
Dijelaskan Hans, peristiwa yang dialaminya berawal saat dia bersama teman wanitanya, Febri, hendak mencari makanan berbuka. Setelah mutar-mutar Medan dengan sepedamotor scoopy warna merah, tujuan pun jatuh di Sea Food Mak Judes.
“Setelah mutar-mutar Medan, kami pun memilih Sea Food Mak Judes. Sekitar jam 17.00 WIB, kami masuk dan memarkirkan kendaraan di tempat parkir sepedamotor. Kebetulan saya tak puasa. Jadi hanya menemani teman saya (Febri),” ungkap Hans.
Setelah usai berbuka, kata Hans, dia bersama Febri berencana pulang ke kos. Tapi alangkah terkejutnya, saat sampai di parkiran, sepedamotor Febri telah raib.
“Kami terkejut, bang. Saat mau ngambil kereta (sepedamotor) di parkiran, kereta kami sudah gak berada di tempat. Awalnya kami berusaha mencari ke parkiran dekat mobil, mana tau kereta digeser. Namun tetap aja kereta gak kami temukan,” beber Hans.
Mendapati kenyataan itu, Hans dan Febri berusaha menanyakan sepedamotornya kepada juru parkir yang ada di lokasi. Namun tak disangka, bukan jawaban yang didapat. Hans dan Febri malah terkesan dipermainkan.
Bahkan yang menyakitkan, Febri malah dibentak-bentak juru parkir dan dilecehkan.
“Kami coba bertanya baik-baik, bang. Tapi kami malah dilece-lece (dipermainkan). Katanya lah kami halu. Aku juga dibentak-bentak. Padahal kan kami korban yang kehilangan,” timpal Febri.
Melihat teman wanitanya dibentak-bentak dan dilecehkan, Hans pun kesal. Dia coba menasehati si juru parkir. Tapi tak disangka, salah satu juru parkir malah memukulnya.
“Kejadiannya begitu cepat, bang. Tiba-tiba aja aku dah dipukul. Setelah sempat dilerai, tiba-tiba datang lagi tukang parkir berlengan puntung warna putih memukul kepalaku,” ungkap Hans.
Sementara pihak pengelola Sea Food Mak Judes yang diwakili Amri mengaku akan menelusuri kasus hilangnya sepedamotor milik Febri.
“Kebetulan CCTV-nya kan mati, bang. Jadi ini aku akan cek dulu kebenarannya. Jadi orang abang buat aja dulu LP-nya ke polisi. Besok (Senin, 16/3/2026) kita kordinasi lagi. Yang pasti, kita akan cari solusi terbaik lah,” ujar Amri.
Sedangkan atas peristiwa kehilangan dan penganiayaan itu, Hans dan Febri telah melaporkan kasusnya ke Polsek Medan Sunggal. Kini, kasusnya sedang ditelusuri pihak yang berwajib. (hidayat ahmad)






