METRO24JAM.ID – Meski sudah diresmikan Bobby Nasution sehari sebelum dilantik menjadi Gubsu, revitalisasi Lapangan Merdeka masih terbengkalai. Gedung bagian basement masih belum siap. Escalator jadi besi ‘rongsokan’.
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan memang jauh dari harapan. Mimpi mendapatkan Lapangan Merdeka yang indah dan menjadi pusat kegiatan publik yang membanggakan, malah terkesan jadi aib.
Bagaimana tidak, meski bangunan bersejarah itu sudah dimusnahkan rezim Bobby Nasution, hasilnya pun cukup menyesakkan. Dengan anggaran lebih dari setengah triliun, Lapangan Merdeka tak ubahnya bangunan gagal.
Hal ini tak lepas dari dugaan korupsi yang menggerogotinya. Bahkan dari audit BPK saja, Lapangan Merdeka penuh masalah. Dari ketepatan waktu selesai hingga pembangunannya diduga banyak yang dimarkup.
Seperti lift, escalator dan pengadaan AC. Dari sejak dikerjakan hingga saat ini, penuh dengan masalah. Saat pengerjaan, kabarnya sejumlah pekerja banyak yang tak dibayar.
Dan saat ini, ditemukan dugaan markup di pembelian barang-barang yang dikelola kontraktor berinisial Vindest. Bahkan untuk pengadaan AC, disinyalir tidak sesuai spek dan malah terindikasi ilegal. (bersambung/hidayat ahmad)






