METRO24JAM.ID – Sikap kepemimpinan Rico Tri Bayu Putra Waas benar-benar diragukan. Selain lemah dalam empati dan memahami persoalan, pria klimis yang dijuluki ‘Wali Kota Pomade’ ini juga dinilai pengecut.
Bagaimana tidak, saat pedagang dan konsumen babi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan, Rico Waas malah asik-asikan di ruangannya yang ber-ac sambil memantau pengunjukrasa. Tak sedikit pun Rico mau menemui rakyatnya.
“Keluar kau Rico. Hadapi kami rakyatmu ini. Berani kau berbuat harus berani kau bertanggungjawab. Ayo kita berdiskusi di sini,” teriak perwakilan pedagang dalam orasinya, Kamis (26/2/2026).
Meski sudah terus diteriaki dan massa yang berunjukrasa mulai kesal, Rico Waas bergeming. Dia tetap di ruangan dan kabarnya ditemani Sekdako Wirya Alrahman.
Beruntung Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak yang berkomunikasi dengan Rico Waas bisa membujuknya. Rico pun mau menemui beberapa perwakilan pengunjukrasa.
Namun apes. Sikap kekanak-kanakan Rico Waas begitu terasa. Saat sejumlah perwakilan pengunjukrasa mendesaknya mencabut Surat Edaran No 500-7.1/1540, Rico Waas membisu. Dia hanya diam tanpa berkata apa-apa.
Kombes Jean Calvijn yang coba memahami situasi, meminta Asisten Pemerintahan dan Sosial M Sofyan untuk menskor rapat. Rapat pun diskor dengan janji 10-25 menit.
Namun sejak skor berakhir, Rico Waas benar-benar tak lagi menampakkan batang hidungnya. Perwakilan pengunjukrasa yang menungguinya hingga 2 jam lebih hanya bisa gigit jari. Rico benar-benar ‘berondok’ di ruangannya.
Hingga untuk menenangkan pengunjukrasa yang sudah berpotensi anarkispun, Kapolrestabes Medan terpaksa meminta bantuan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap. (hidayat ahmad)






