METRO24JAM.ID – Aksi demo pedagang dan penikmat babi di Kantor Wali Kota Medan berlangsung tegang. Meski Wali Kota Medan Rico Tri Bayu Putra Waas mau menerima perwakilan pengunjukrasa di Ruang Rapat II Pemko Medan, namun hasilnya bikin kecewa. Wali Kota tetap ngotot menolak mencabut surat edaran yang dibuatnya.
Sontak sikap tak mau mencabut Surat Edaran No 500-7.1/1540 itu, membuat perwakilan yang menemui Rico geram. Ketua GAMKI Medan Boydo Panjaitan mengingatkan Wali Kota akan konsekuensi sikapnya yang dinilai tak konsisten.
“Bapak (Rico Waas) mengatakan tak mau menciderai kaum atau agama tertentu, namun surat edaran yang Bapak buat, jelas-jelas melukai hati kaum minoritas. Dan anehnya, Bapak tidak mau mencabutnya,” tegas Boydo.
Hal yang sama juga disampaikan Natanael, pedagang babi di kawasan Seksama. Natanael malah lebih bersikap tegas.
“Pilihannya hanya dua, Cabut atau Tidak! Kalau memang tidak mau, lebih baik kita keluar,” ujarnya.
Asisten Pemerintahan dan Sosial Pemko Medan M Sofyan yang mewakili Wali Kota menegaskan, berdasarkan hasil rapat bersama dengan unsur pimpinan, Wali Kota hanya bisa merivisi surat edaran yang telah sempat diedarkan. Di samping itu, pedagang juga dibolehkan untuk tetap berjualan seperti biasa dengan mengedepankan kebersihan lapak dagangan.
“Bapak Wali Kota hanya mau merevisi surat edaran. Bapak (Wali Kota) juga memperbolehkan pedagang untuk berjualan sambil menunggu surat revisi yang akan dirumuskan bersama,” ujar M Sofyan.
Karena kecewa dengan sikap Wali Kota Rico Waas yang tetap menolak mencabut surat edarannya, sebagian perwakilan pengunjukrasa memilih untuk keluar ruang rapat.
Suasana di luar Kantor Wali Kota pun mulai memanas. Apalagi sejak Rico menolak mencabut surat edarannya, dia tak lagi mau menemui perwakilan pengunjukrasa. (hidayat ahmad)






