METRO24JAM.ID – Sikap mencla-mencle dipertontonkan Wali Kota Medan Rico Tri Bayu Putra Waas. Kalau sebelumnya ‘ngotot’ ingin melarang penjualan daging babi, setelah diancam demo pedagang dan penikmat babi, ‘Wali Kota Pomade’ langsung keder.
Secara mendadak, Rico mengatakan, tidak ada larangan bagi pedagang daging non halal untuk berjualan di Kota Medan. Kebijakan yang tertuang dalam surat edaran Wali Kota Medan bukan bertujuan melarang aktivitas usaha, melainkan melakukan penataan agar lebih tertib dan profesional.
“Saya sekali lagi menyatakan tidak ada larangan dalam surat edaran tersebut. Kami juga akan mengakomodasi seluruh pedagang dan memfasilitasi agar nantinya bisa ditata dengan cukup baik dan lebih profesional,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Rico yang juga digelari ‘Wali Kota Konten’ mengatakan, Pemko Medan telah menyiapkan fasilitas berupa lapak gratis bagi pedagang yang bersedia direlokasi ke tempat yang telah disiapkan.
“Saya sudah sampaikan, selain kami fasilitasi, kami juga memberikan lapak gratis. Dipersilakan berjualan. Intinya kami ingin mendapatkan masukan agar bisa membuat yang terbaik untuk semua,” katanya.
Menurut Rico, lokasi penataan yang disiapkan merupakan opsi awal dan masih akan terus disempurnakan berdasarkan masukan dari berbagai pihak.
“Nanti akan berkembang. Itu opsi awal. Kami akan cari yang lebih baik lagi, lebih dekat dan lebih efektif. Kita akan kerjakan bersama,” jelasnya.
Rico juga menegaskan, Pemko Medan terbuka pintu dialog dengan seluruh pihak terkait kebijakan tersebut.
“Kami terbuka untuk dialog dengan semua pihak. Kami tidak melarang berjualan, hanya menata dengan lebih baik,” tegasnya.
Rico Waas juga memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan diakomodasi dengan mengedepankan prinsip keadilan bagi semua pihak.
“Kami akan mengakomodasi semua pikiran tersebut. Kita harus berprinsip pada keadilan untuk semuanya. Sekali lagi tidak ada larangan, dipersilakan untuk berjualan,” ujarnya.
Rico juga menjelaskan, penataan akan dilakukan melalui sistem zonasi agar ke depan tidak menimbulkan persoalan baru.
“Kami akan lakukan dengan zonasi yang baik agar ke depan tidak terjadi permasalahan. Semua memungkinkan dan akan kami fasilitasi agar menjadi lebih baik,” ujarnya. (hidayat ahmad)






