METRO24JAM.ID – Di tengah kinerja Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas yang menjadi sorotan, kini muncul kebijakan yang bikin rakyat geram. Pemko Medan berencana beli mobil baru untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Bah!
Dana yang disiapkan pun tidak tanggung-tanggung: Rp2,4 miliar. Sungguh angka yang cukup besar di tengah ekonomi rakyat yang masih terjepit.
Sementara di tahun sebelumnya, Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyudin Harahap juga sudah dibelikan mobil dinas baru dengan bujet (anggaran) yang sama, yakni Rp2,4 miliar.
Meski Pemko Medan terkesan mengelak, tapi anggaran itu tercatat dalam sistem pengadaan pemerintah. Paketnya berada di bawah Bagian Umum Setda Medan dan sumber dananya dari APBD Kota Medan 2026. Total pagunya Rp2.400.000.000.
Dari penelusuran wartawan, metode pembeliannya juga sudah jelas memakai e-purchasing. Sadangkan untuk kontrak, dijadwalkan berlangsung sepanjang Januari sampai Desember 2026.
Namun yang membuat cerita ini menarik bukan hanya angka Rp2,4 miliar. Tapi waktunya.
Sebab tahun sebelumnya, Pemko Medan ternyata sudah menganggarkan mobil dinas. Bahkan nilainya lebih besar, yakni ekitar Rp 5,6 miliar untuk pengadaan kendaraan pejabat.
Artinya, dalam 2 tahun anggaran, Pemko Medan hanya bercokol di pembelian mobil dinas. Padahal, Pemko harusnya juga punya banyak agenda lain. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pelayanan publik yang menjadi prioritas dalam APBD daerah.
Karena itu, setiap kali angka miliaran rupiah muncul untuk mobil dinas, publik hampir pasti bertanya, Apakah kendaraan lama sudah tidak layak?
Atau memang standar kendaraan kepala daerah harus terus diperbarui seperti layaknya anak gaul yang selalu update i-phone terbaru?
Entahlah. Pertanyaan seperti itu selalu muncul. Mobil dinas pejabat sering menjadi simbol kecil dari cara pemerintah menggunakan uang rakyat.
Kadang tidak ada yang salah secara aturan. Tetapi tetap saja mengundang rasa ingin tahu publik dan berujung pada kekesalan. (hidayat ahmad)






