METRO24JAM.ID – Pembatasan akses wartawan dalam peliputan Festival Tao Toba Jou-Jou 2026 di Waterfront City Pangururan, Sabtu (8/8/26) menuai sorotan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Samosir.
Ketua PWI Samosir Tumpal Sijabat meminta panitia dan event organizer (EO) terbuka menjelaskan dasar dan mekanisme pembatasan akses awak media ke area panggung.
Sorotan muncul setelah wartawan Samsir Sitanggang mengaku diminta petugas keamanan bernama Irawan untuk tidak memasuki area panggung karena disebut hanya media yang terdaftar dan memiliki badge panitia yang diperbolehkan berada di lokasi.
“Yang meliput kegiatan harus resmi dan pakai badge dari panitia,” ujar Irawan, sebagaimana disampaikan Samsir.
PWI menilai, apabila ketentuan itu memang berlaku, panitia seharusnya menyampaikan aturan registrasi dan pembagian badge kepada seluruh media sejak awal.
“Kalau memang ada aturan, jelaskan secara terbuka. Jangan wartawan sudah datang menjalankan tugas baru diberi tahu ada pembatasan,” tegas Tumpal.
Tumpal juga mempertanyakan adanya pihak lain yang disebut tetap diperbolehkan berada di sekitar panggung untuk mengambil dokumentasi. Kondisi itu jelas dapat menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda terhadap awak media.
“Wartawan lokal juga memiliki hak menjalankan tugas jurnalistik. Jangan sampai kegiatan di daerah sendiri membuat wartawan lokal justru hanya menjadi penonton,” ujarnya.
PWI Samosir meminta panitia dan EO memberikan penjelasan mengenai dasar pembatasan dan memperbaiki komunikasi dengan media lokal.
“Pengamanan kegiatan memang penting. Tetapi aturan akses media harus transparan, komunikatif dan berlaku adil,” pungkasnya. (Roy P Silalahi)






