METRO24JAM.ID – Sejak Pemerintahan Prabowo berkuasa, sejumlah oknum TNI bertindak makin tak masuk akal. Sejumlah wilayah sipil/publik ‘dikuasai’. Sampai-sampai nekat melarang wartawan melakukan peliputan di ranah publik.
Ya, awak media tidak diperkenankan memasuki Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara Kecamatan Medan Polonia Kota Medan, oleh oknum POMAU untuk meliput langsung lokasi ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah mewah dua lantai, Senin (20/7/2026).
Hingga Senin petang, wartawan hanya diizinkan melakukan peliputan dari luar kompleks perumahan. Sementara itu, area di sekitar lokasi ledakan masih dijaga ketat aparat kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses evakuasi korban.
Ledakan yang terjadi sekitar jam 16.00 WIB, itu menyebabkan rumah mewah tersebut runtuh dan porak-poranda. Tiga orang yang berada di dalam rumah dilaporkan meninggal dunia, sedangkan sejumlah warga di sekitar lokasi mengalami luka-luka akibat terkena serpihan bangunan.
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, bagian depan rumah tampak hancur total. Kerasnya ledakan juga mengakibatkan kaca dan bagian bangunan sejumlah rumah di sekitar lokasi mengalami kerusakan.
Serpihan material bangunan bahkan menimpa sebuah mobil yang terparkir di dekat lokasi kejadian. Petugas dari Polrestabes Medan, Tim Gegana Brimob Polda Sumatera Utara, serta Dinas Pemadam Kebakaran masih berada di lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengamankan area.
Seorang pekerja bangunan di Kompleks Grand Polonia, Ali, mengaku mendengar suara ledakan yang sangat keras saat sedang bekerja tidak jauh dari lokasi. Menurutnya, getaran ledakan terasa sangat kuat hingga membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah.
Saat ia mendatangi lokasi, bangunan rumah sudah dalam kondisi runtuh. Ia menyebut terdapat tiga orang yang kemungkinan menjadi korban akibat ledakan itu.
“Dahsyat ledakannya, getarannya besar bang, kan rumah pada hancur semua. Korban setahu saya ada tiga, kemungkinan meninggal, yang punya rumah, sama pembantu, tertimbun bangunan rumah,” kata Ali seperti dilansir beritasatu.com.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti ledakan dan melakukan proses evakuasi terhadap korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan. (bs/hidayat ahmad)






