METRO24JAM.ID – Misoe Kak Sri yang berada di Jalan Silimakuta No 28 Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar memang terkenal enaknya. Namun nama baiknya sedikit ternoda dengan tetangganya sendiri. Kok bisa?
Ya, niat tetangga Misoe Kak Sri yang tepat berada di sebelahnya, awalnya mungkin baik. Sebab, Misoe Kak Sri selalu dipadati pembeli. Hingga terkadang, banyak pembeli yang harus antre.
“Niat tetangga sebelahnya mungkin awalnya juga baik. Mencari limpahan rejeki dari pelanggan Misoe Kak Sri yang tidak tertampung,” ujar Nia, pembeli Misoe, kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).
Namun dalam perjalanannya, kata Nia, pedagang yang ada di sebelah Misoe Kak Sri buat harga terkesan suka-suka. Alhasil, pelanggan Misoe Kak Sri jadi kecewa.
“Bayangkan saja, harga lemon tea hangat Rp14 ribu. Tapi anehnya, dalam catatan bon ditulis jus. Padahal di warung yang ada di rest area tol aja, harga lemon tea panas cuma Rp10 ribu,” ujar Nia.
Sementata kata Nia, harga teh manis dingin di Misoe Kak Sri cuma Rp6.000. Begitu juga harga minuman lainnya, masih standart.
“Kalau tadi kita pesan di warungnya gak apa-apa. Ini kita ditawar-tawarkan saat duduk menunggu pesanan di Warung Misoe Kak Sri. Kita pikir sama, eh ternyata berbeda,” ujar Nia.
Hal yang sama juga disampaikan Sari, pelanggan yang kebetulan makan di warung Misoe Kak Sri. Bahkan saat ditanyakan ke pemilik warung sebelah, juga membenarkan kalau harga di warungnya memang semahal itu.
“Memang udah naik, kak. Semuanya sama Rp14 ribu,” ujar kasir bertubuh gemuk dan berhijab merah.
Saat ditanya kenapa bonnya semua ditulis jus, padahal minum lemon tea? Sang kasir mengatakan, semuanya sama.
Menanggapi hal itu, para pelanggan Misoe Kak Sri berharap agar pemilik warung Misoe Kak Sri bisa mengambil tindakan tegas.
“Kita berharap, pemilik warung Misoe Kak Sri bertindak tegas. Kalau pun dia (pemilik warung sebelah) mau berjualan dengan harga setinggi langit, biarkan saja. Tapi jangan menawarkan dagangannya di Warung Misoe Kak Sri. Sehingga pelanggan Misoe Kak Sri tidak menjadi korban dan kecewa,” ujar Sari yang diamini Nia. (hidayat ahmad)






