METRO24JAM.ID – Banyak pejabat Pemko Medan yang ditarik Gubsu Bobby Afif Nasution mendapat sorotan dari publik. Banyak yang menilai, sikap Bobby yang asal main comot akan menimbulkan sistim kerja yang tak sehat di Pemprov Sumut sendiri.
Apalagi dalam perekrutan para pejabat bawaan Bobby, disinyalir tidak melalui proses perekrutan yang lazim, yakni dengan melibatkan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Padahal Baperjakat berfungsi menjamin kualitas, objektivitas dan kepatuhan terhadap peraturan dalam pengangkatan dan mutasi jabatan ASN, guna menghindari kesalahan.
“Harusnya masukan dari Baperjakat, termasuk hasil sidang atau rapat terkait calon pejabat, merupakan bahan pertimbangan yang diserahkan kepada Gubernur,” ujar sejumlah ASN.
Namun tampaknya itu tak penting bagi Bobby Nasution. Sebab menurutnya, mengangkat pejabat dan menilainya layak atau tidak layak, itu haknya sebagai Gubernur.
“Yang menilai bawaan saya, saya sendiri. Yang menilai bisa kerja atau tidak itu, juga saya sendiri,” tegasnya saat wartawan mempertanyakan kebijakannya mengangkat sejumlah pejabat dari Pemko Medan, belum lama ini di Medan.
Jawaban ini jelas sangat mengejutkan dan terkesan emosional. Padahal secara hukum, seorang Gubernur atau kepala daerah tidak boleh mengangkat, memindahkan, atau memberhentikan pejabat secara sesuka hati tanpa melalui prosedur koordinasi, termasuk rapat Baperjakat atau sekarang sering disesuaikan dengan manajemen talenta/tim penilai kinerja. (hidayat ahmad)






