METRO24JAM.ID – Revitalisasi Lapangan Merdeka masih terus menuai sorotan. Apalagi hingga saat ini, proyek kebanggan Bobby Nasution itu, masih berantakan dan jauh dari kata siap. Padahal, sehari sebelum dilantik jadi Gubsu, atau pada 19 Februari 2025, Bobby sudah meresmikannya.
Revitalisasi yang menelan anggaran hingga setengah triliun lebih itu, juga sudah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2025. Bahkan dalam temuannya, BPK menyatakan ada kelebihan bayar yang nilainya mencapai Rp2.845.314.643.
Namun hingga kini, temuan itu tampaknya tak digubris. Apalagi Kadis Perkim Cikataru yang saat itu dijabat Alexander Sinulingga, memilih ‘kabur’ mengikuti jejak sang majikan ke provinsi. Dia lebih memilih ‘berlindung’ di bawah bendera menantu Joko Widodo.
“Aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini, Kejatisu dan KPK, harus berani memeriksa Alexander Sinulingga. Karena apapun ceritanya, dia yang paling bertanggungjawab di proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan. Apalagi sudah ada temuan BPK. Jika tidak diindahkan, itu jelas berpotensi merugikan negara,” ujar Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik Yunan Habibi SH kepada wartawan di Medan, Rabu (11/3/2026).
Yunan juga mengatakan, Bobby Nasution diharapkan jangan mau melindungi anak buahnya yang bermasalah. Karena berkaca dari kasus Topan Obaja Ginting, citra Bobby akan semakin buruk jika nantinya Alexander Sinulingga ikut tersangkut masalah hukum.
“Kita sama-samalah sering mendengar isu kalau sejumlah pejabat di bawah Bobby selalu memanfaatkannya. Para pejabat nakal seperti Topan (Kadis PUPR Sumut Topan Obaja Ginting), sering tampak arogan karena merasa ‘tak tersentuh’ APH. Tapi perilakunya tetap saja korup,” beber pengacara muda ini kesal. (hidayat ahmad)






