METRO24JAM.ID – Demokrasi di Kalimantan Timur (Kaltim) benar-benar terancam. Jika rakyat tak bergerak dan bersuara, ibukota baru Indonesia ini akan menjadi daerah yang koruptif.
Bagaimana tidak, eksekutif dan legislatif di provinsi ini ‘dikuasai’ oleh satu keluarga tertentu. Gubernur Kaltim dijabat Rudy Mas’ud, sedangkan Ketua DPRD diemban abangnya, Hasanuddin Mas’ud.
Jelas hal ini sangat berbahaya bagi demokrasi rakyat Kaltim. Tak hanya itu, penyalahgunaan kekuasaan juga sangat rentan terjadi. Karena bukan tidak mungkin, Gubernur Rudy Mas’ud akan suka-suka dalam mengambil kebijakan.
Karena DPRD yang menjadi harapan untuk mengawasi, bisa jadi ‘mandul’ karena dipimpin abang gubernur sendiri.
“Bagaimana mungkin Gubernur dan ketua DPRD abang beradik. Bagaimana pengawasan atas kebijakan legislatif bisa berjalan efektif. Sungguh tak masuk akal,” ujar Pengamat Kebijakan Publik Yunan Habibi SH kepada wartawan, Sabtu (28/2/2026).
Teranyar, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud tanpa rasa malu menganggarkan pembelian mobil dinas yang nilainya mencapai Rp8,5 miliar. Sungguh angka yang fantastis.
Di tengah kebijakan pemangkasan anggaran, Gubernur Kaltim malah mau membeli mobil yang nilainya gila-gilaan. Harga itu diduga keras mengalami penggelembungan.
Seperti dugaan sebelumnya, DPRD Kaltim malah terkesan diam. Lembaga yang menjadi pengawas anggaran itu seperti ‘mandul’. Alhasil, rakyat pun berteriak.
Tapi Rudy Mas’ud dengan enteng mengatakan, pembelian mobil dinas mewah memang harus dilakukan untuk menjaga marwah Kaltim sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Mobil yang diadakan itu hanya 3.000 cc. Soal harga ada rupa, ada mutu, ada kualitas. Kami tidak mengikuti berapa harganya, kami hanya mengikuti pesan itu saja, sesuai Permendagri. Mobil itu juga untuk menjaga marwah Kaltim sebagai penyangga IKN,” ujarnya enteng. (hidayat ahmad)






