METRO24JAM.ID – Ruang Isolasi RSUD dr Hadrianus Sinaga Pangururan menjadi sorotan. Pasalnya, anggaran pembangunan fasilitas ruangannya tercatat bernilai Rp2,67 miliar.
Diketahui saat pandemi Covid-19 berlangsung, ruang isolasi memang dibutuhkan. Namun kini muncul pertanyaan: yang diisolasi pasien atau justru gedungnya?
Jika masih berstatus ruang isolasi, mengapa tidak dioptimalkan untuk pasien penyakit menular, seperti TBC Paru, Difteri, Campak, Pertusis, Influenza, Varisela dan penyakit infeksi lainnya. Hal ini tentunya sesuai standar medis dan kebijakan rumah sakit.
Sorotan juga muncul dari amatan sekitar gedung yang menunjukkan sampah berserakan dan kontainer sampah di area itu. Kondisi ini patut mendapat perhatian serius, karena lingkungan rumah sakit seharusnya bersih dan sehat.
A Sinurat, warga yang melintas, menyayangkan kondisi tersebut.
“Sungguh disayangkan, gedung itu dibiarkan begitu saja. Apalagi saat membangun dulu uangnya lumayan besar juga,” ujarnya.
Di tengah efisiensi anggaran, aset bernilai miliaran rupiah semestinya dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal. Karena dana Rp2,67 miliar adalah uang rakyat. Gedungnya sudah berdiri.
Kini pertanyaannya: yang sedang ‘diisolasi’ pasien, atau fungsi gedungnya? (roy p silalahi)






