METRO24JAM.ID – Dugaan sejumlah pungli yang disampaikan akun tiktok atasnama Dinda Larasati sempat menghebohkan jagat media sosial. Namun, Pemkab Deliserdang dengan tegas mengatakan kalau pemilik akun bukan ASN.
Malahan Pemkab juga menuding kalau informasi yang disampaikan akun Dinda Larasati bersifat disinformasi, fitnah dan kebencian (DFK). Apalagi pengakuannya sebagai eks pegawai negeri sipil (PNS) di Inspektorat Deliserdang dan telah pindah tugas ke Batam, adalah tidak benar.
“”Itu hoaks besar. Nggak bisa kita main-main di era Presiden Prabowo Subianto. Bupati pun sudah banyak menindak tegas aparatur sipil negara (ASN) yang melakukan suap dan pungli di lingkungan Pemkab Deliserdang,” tegas Kadis Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Deliserdang Sandra Dewi Situmorang SSTP MSi, Minggu (22/3/2026).
Kepala Inspektorat Deliserdang H Edwin Nasution SH MSi juga menegaskan, tidak ada nama Dinda Larasati di Inspektorat Deliserdang.
“Tidak ada nama pegawai itu di kantor (Inspektorat) kami. Apalagi dibilangnya sudah pindah ke Batam. Ah, udah gak betul itu!” tegas Edwin.
Dikatakan Edwin, dari hasil konfirmasi lanjutan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Deliserdang melalui Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG), hasilnya sama. Nama Dinda Larasati tidak terdaftar, bahkan tidak pernah tercatat dalam database kepegawaian.
Menyikapi tudingan dalam postingan akun Dinda Larasati mengenai zakat, gaji PPPK Paruh Waktu, terutama guru yang belum dibayar dan lainnya, Edwin juga memastikan informasi yang disebarkan tidak lain dan tidak bukan hanya sebuah kebohongan dan bertujuan untuk menjatuhkan nama baik Pemkab Deliserdang, khususnya Bupati dr H Asriludin Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo SS.
“Semua yang disampaikan hanya sebuah kebohongan,” tegas Edwin.
Edwin juga menyebutkan, Pemkab Deliserdang akan mengkaji langkah hukum atas apa yang telah dilakukan atau disebarkan akun medsos Dinda Larasati.
“Kami sedang mempertimbangkan langkah hukum yang akan diambil. Nanti pembahasan seriusnya setelah libur Idul Fitri,” tutup Edwin. (hidayat ahmad/wsp)






