METRO24JAM.ID – Kasus kecelakaan yang melibatkan pengemudi Honda Brio di Pasar Kaget Kota Binjai, masih menjadi perdebatan publik. Pasalnya, usai dinyatakan positif pada pagi hari, sorenya Wieke Rahayu (24 tahun) malah negatif narkoba.
Bahkan yang membuat publik semakin bertanya-tanya, urine Wieke cukup bening mirip air pegunungan.
“Masa urine (air kencing) bisa sebening itu? Apalagi orangnya begadang. Harusnya tambahi lah dengan kratixx daxxx,” ujar netizen saat melihat video urine Wieke yang ditunjukkan polisi, Rabu (17/3/2026).
Perlu diketahui, awalnya Kasi Humas Polres Binjai AKP Junaidi menyebut Wieke terindikasi positif narkoba jenis amfetamin. Hal ini berdasarkan pemeriksaan awal pada Senin (16/3/2026) pagi.
Namun di sore harinya, polisi justru memberikan klarifikasi. Hasil tes urin terbaru yang dilakukan langsung dan disaksikan sejumlah pihak, menyatakan Wieke negatif narkoba.
Kasatres Narkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane menegaskan, hasil pemeriksaan terbaru itulah yang menjadi acuan.
Kasat Lantas Polres Binjai AKP Indra Jansen Girsang menjelaskan, hasil tes awal memang belum pasti atau masih samar-samar. Karena itu, dilakukan pemeriksaan ulang yang hasilnya dinyatakan negatif.
Tak hanya Kasatres Narkoba dan Kasat Lantas Polres Binjai, Wakapolres Binjai Kompol Sofyan Helmy Nasution juga turut memberi klarifikasi. Menurutnya, hasil tes urine awal memang dilakukan oleh personel Satlantas. Karenanya, hasilnya juga masih samar-samar.
“Makanya kita lakukan tes urine kedua dengan pihak yang berkompeten. Dan hasilnya negatif narkoba,” beber Sofyan.
Perbedaan pernyataan dalam waktu yang berdekatan ini sempat membuat perdebatan di publik. Apalagi kasus ini sudah lebih dulu viral karena Wieke diketahui mengemudi tanpa SIM dan kabarnya saat ditemukan warga seperti orang mabuk.
Dalam insiden itu juga, mobil yang dikendarai Wieke mengalami kerusakan parah di bagian depan dan sempat menabrak 4 kios secara beruntun.
Akibatnya, 5 orang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Djoelham untuk mendapatkan perawatan.
Saat ini, 3 korban telah diperbolehkan pulang. Sementara 2 lainnya masih menjalani perawatan medis.
Polisi memastikan, kecelakaan ini merupakan kecelakaan tunggal, tanpa adanya manuver zig-zag.
Dengan hasil tes narkoba yang dinyatakan negatif, penanganan kasus sepenuhnya kini berada di bawah Satlantas Polres Binjai. Pihak kepolisian juga mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan melalui mediasi antara pengemudi dan para korban.
Namun hingga saat ini, keluarga Wieke diketahui belum mendatangi pihak kepolisian. Sementara untuk proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku. (hidayat ahmad)






