METRO24JAM.ID – Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan masih terus menjadi sorotan. Trek lari yang katanya akan selesai diperbaiki pada 16 Februari 2026 kemarin, hingga kini belum juga tuntas.
Alhasil, penyerahan hasil kerja proyek revitalisasi pun belum jelas kapan serah-terimanya. Karena sampai Kamis, 5 Maret 2026, pengerjaan dan perbaikan Lapangan Merdeka masih terus dilakukan.
“Entah sampai kapan Lapangan Merdeka ini siap. Sudah selayaknya KPK atau Kejatisu melakukan pemeriksaan. Jangan gara-gara kontraktor yang nakal, Gubsu Bobby Nasution yang jadi korban,” ujar Nelson, warga Medan, saat ditemui di sekitar Lapangan Merdeka, Kamis (5/3/2026).
Dijelaskan Nelson, proyek revitalisasi terus mengalami kemoloran jadwal karena kontraktor seakan merasa kebal hukum. Karena hingga saat ini, aparat penegak hukum (APH) tidak ada yang berani memeriksa proyek tersebut.
“Kalau APH (Kejatisu dan KPK) diam, kontraktor akan semakin suka-suka. Kasihan Pak Bobby (Gubsu Bobby Nasution) yang terus ikut terseret-seret,” sesal Nelson.
Kasipenkum Kejati Sumut Rizaldi SH MH yang dimintai tanggapannya terkait dugaan korupsi proyek revitalisasi Lapangan Merdeka mengatakan bahwa pihaknya akan melidik kasus tersebut. Kejaksaan di bawah kendali Kajatisu Harli Siregar tidak akan menoleransi kasus korupsi di Sumut.
“Nanti kita akan lihat dulu. Dan kalau ada laporan dari masyarakat, itu lebih baik lagi. Kita masih akan melihat skala prioritasnya. Karena proyek revitalisasi Lapangan Merdeka kan masih berjalan, meski sudah diserahterimakan,” bebernya. (hidayat ahmad)






