METRO24JAM.ID – Banyaknya pengungsi lokal yang berkeliaran di luar pengungsian, sudah membuat resah warga lokal. Apalagi di antara sejumlah pengungsi tersebut disinyalir dengan sengaja menggaet sejumlah perempuan lokal untuk dipacari dan bahkan dinikahi sekadar untuk diambil hartanya.
Bahkan yang lebih mirisnya, karena terlalu bebas dalam berhubungan, ada diantara perempuan-perempuan lokal yang terkena penyakit.
Setidaknya ini terjadi dengan Jag. Menurutnya, banyak pengungsi, terutama pengungsi dari Afghanistan, yang berkeliaran di Medan.
“Banyak pengungsi yang berkeliaran di Medan, bang. Banyak yang bekerja, seperti jadi supir taksi atau ojek online atau bahkan jual beli kendaraan,” ujarnya kepada wartawan.
Bahkan yang lebih parahnya, kata Jag, banyak dari mereka yang kerjanya menipu wanita-wanita Medan.
“Ini yang kualami ya, bang. Banyak dari pengungsi lelaki Afghanistan yang kerjanya merayu wanita-wanita lokal untuk dipacari atau bahkan dinikahi. Setelah hartanya dikuras, mereka dengan seenaknya meninggalkan wanita-wanita tersebut,” ujarnya.
Jag mengakui, dia adalah satu diantara banyak wanita yang menjadi korban rayuan pengungsi Afghanistan, Gullazada, melalui media sosial.
Namun anehnya, jawaban dari pihak IoM saat dikonfirmasi terkesan hanya melindungi pengungsi. Tak sedikitpun IoM peduli dengan nasib warga lokal Medan terkait pengungsi yang berkeliaran.
Berikut klarifikasi IoM terkait pemberitaan metro24jam.id:
Bapak Rahmat Hidayat dan tim Metro24jam yang terhormat. Terima kasih telah menghubungi dan membagikan artikel yang dimaksud. Kami menghargai minat Anda untuk meliput isu terkait migrasi. Menanggapi pertanyaan Anda, kami ingin mengklarifikasi bahwa IOM berkomitmen untuk membina kohesi sosial antara pengungsi dan masyarakat lokal. Tujuan kami adalah memastikan bahwa migrasi memberikan kontribusi positif bagi seluruh anggota masyarakat, termasuk masyarakat lokal, dengan mendorong saling pengertian dan inklusi.
Selain itu, dengan hormat kami juga ingin menyampaikan kekhawatiran terkait pencantuman nama lengkap, foto, dan detail lokasi pengungsi, dengan informasi pribadi mereka yang tercantum pada kartu identitas, dalam artikel Anda yang baru-baru ini diterbitkan. Pencantuman detail tersebut menimbulkan risiko perlindungan yang serius dan mungkin dilakukan tanpa persetujuan dari individu tersebut. Sesuai dengan standar jurnalisme etis untuk meminimalkan kerugian dan melindungi individu yang rentan, kami mohon Anda segera menyunting foto tersebut dan menghapus identitas pribadi dari artikel tersebut. Untuk informasi lebih lanjut dan informasi terbaru, silakan kunjungi situs web IOM Indonesia di sini. Terima kasih atas perhatian cepat Anda terhadap masalah penting ini. (hidayat ahmad)






