METRO24JAM.ID – Kebijakan Gubsu Bobby Nasution menarik sejumlah pejabat Pemko Medan ke Pemprovsu, terus menuai sorotan. Apalagi dalam statemennya, Bobby menegaskan semua pejabat yang diangkatnya adalah hasil penilaiannya sendiri. Begitu juga dengan kinerjanya, jelas yang terbaik menurutnya.
Statemen ini jelas memantik perdebatan. Karena dari pandangan publik dan media, ada pejabat yang ditarik Bobby yang kinerjanya dianggap buruk. Di antaranya mantan Kadis Perkim CKTR Alexander Sinulingga.
Ya, Alexander Sinulingga tampaknya memang pejabat kesayangan Bobby Nasution. Setelah Topan Obaja Ginting, mantan Kadis PUPR Sumut dan Medan, ditangkap KPK, peran Alexander Sinulingga dirasa cukup strategis menggantikan Topan.
Tapi sayangnya, baik menurut Bobby Nasution belum tentu baik menurut pandangan publik. Apalagi gawean besar Bobby Nasution saat menjabat Wali Kota Medan, yakni revitalisasi Stadion Teladan dan Lapangan Merdeka, jauh dari kata berhasil.
Proyek revitalisasi pembangunan Stadion Teladan tak kunjung siap. Dari target awal akan rampung pada Oktober 2024, molor menjadi Juni 2025. Dan kini, target akan siap pada Juni 2026, juga tak ada kejelasan. Karena dari pantauan wartawan, sampai akhir Desember 2026 pun, Stadion Teladan kemungkinan belum tentu kelar.
Begitu juga dengan proyek revitalisasi Lapangan Merdeka. Meski sudah diresmikan Bobby Nasution pada 19 Februari 2025, tepat di akhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Medan, sampai saat ini masih terbengkalai. Padahal janji Alexander Sinulingga, pada Juni 2025, proyek Lapangan Merdeka akan rampung.
Namun hingga saat ini, proyek revitalisasi Lapangan Merdeka tak kunjung kelar-kelar. Bahkan dalam auditnya, BPK malah menemukan sejumlah masalah. Mulai waktu penyelesaian yang tak pas jadwal hingga kelebihan bayar yang mencapai Rp2.845.314.643.
Dengan sejumlah ‘masalah’ yang terpampang di pandangan publik, masihkah Bobby menganggap penilaiannya itu baik?
Malah publik banyak menduga, hengkangnya Alexander Sinulingga ke Pemprov Sumut hanya untuk mencari ‘perlindungan’. Karena dari isu yang berkembang, aparat penegak hukum (APH) masih takut ‘mengganggu’ orang-orang di lingkaran Bobby Nasution.
Benarkah? (hidayat ahmad)






