METRO24JAM.ID – Pelanggan Kartu Halo dan Wifi Indihome patut berhati-hati. Pasalnya jika tak waspada, ternyata Kartu Halo bisa digunakan orang lain. Begitu juga dengan Indihome, bisa disabotase oknum-oknum tertentu.
Setidaknya hal itu terungkap dari gugatan yang dilayangkan Vantony Huang (49 tahun), warga Tanjungpura Kabupaten Langkat, kepada Telkom dan Telkomsel di Pengadilan Negeri (PN) Stabat.
Hingga kini, gugatan Vantony Huang masih berjalan. Dalam gugatannya, Vantony mengungkapkan bahwa langganan Kartu Halo yang dimilikinya telah digunakan orang lain sejak awal tahun 2023.
Begitu juga dengan Indihome miliknya, patut diduga telah disabotase oknum-oknum tertentu.
Dijelaskan Vantony Huang, terungkapnya jaringan Kartu Halo miliknya berawal saat dirinya tak bisa melakukan panggilan. Usut punya usut, ternyata Kartu Halo miliknya juga digunakan orang lain.
Hal itu diketahui saat Vantony melakukan pengecekan ke Call Center 188 dan Grapari Stabat. Sedikitnya ada 100 komunikasi yang terjadi di Kartu Halo miliknya.
Anehnya, pihak Telkomsel seakan menutup-nutupinya. Vantony Huang malah sempat kesulitan meminta record panggilan di kartunya.
Bahkan yang lebih anehnya, saat Vantony Huang meminta salinan record, pihak Telkomsel malah memintanya untuk membuat laporan polisi.
Kejanggalan-kejanggalan itu lah yang membuat Vantony Huang curiga ada oknum-oknum dari pihak Telkomsel yang terlibat.
“Ada dua nomor yang saya duga ada penyalahgunaan. Pada tahun 2023 Kartu Halo 0811 610 8369. Dan pada tahun 2024-2025 Kartu Halo 0812 649 8388 juga ketahuan ada dugaan penyalahgunaan,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (11/2/2026)
Begitu juga dengan Wifi Indihome miliknya. Ada dugaan telah disabotase oknum-oknum tertentu. Hal ini diketahui Vantony Huang saat jaringan wifi di rumahnya sering rusak pada awal April 2023.
Awalnya Vantony Huang menelpon Call Center 147 untuk membetulkan jaringan wifi yang rusak sekaligus mengganti modem. Namun saat teknisi Indihome datang, stok modem sedang kosong.
Karenanya, modem Indihome milik Vantony hanya diperbaiki seadanya. Bahkan untuk menyakinkan Vantony Huang bahwa modem di kantor kosong, si teknisi berpura-pura menelpon kantor untuk menanyakan modem baru.
“Jadi saat itu, untuk menyakinkan saya bahwa modem di kantornya memang kosong, si teknisi coba menelpon kantor,” ujar Vantony Huang.
Setelah 2 jam diotak-atik, jaringan Indihome di rumah Vantony Huang pun aktif. Namun tengah malam, jaringannya kembali mati. Bahkan lampu kedap-kedip yang di modem terlihat berwarna merah yang memberitahu jaringan terputus.
Vantony pun coba kembali menelpon Call Center 147 dan juga mempertanyakan soal pergantian modem. Namun anehnya, pihak Call Center 147 mengaku tidak melihat catatan pergantian modem di record pembicaraannya.
Singkat cerita, saat Vantony juga meminta didatangkan Tim Khusus dari Medan untuk mengecek masalah Indihome di rumahnya, petugas yang diharapkan tak kunjung datang.
Namun anehnya, beberapa hari saat dia menelpon Call Center 147, petugas yang mengaku dari Tim Khusus Indihome mendatangi rumahnya. Karena memang sedang berbicara dengan petugas Call Center, Vantony mempertanyakan apakah ada jadwal kunjungan ke kediamannya, pihak Call Center mengatakan tidak ada.
Hal ini menambah kecurigaan Vantony. Karena selain rekaman pembicaraanya di Call Center terkesan dihapus, oknum teknisi yang membetulkan jaringan Indihome di kediamannya juga terkesan aneh.
Apalagi modem yang diminta duganti, malah tak diganti. Jaringan terus rusak setelah dibenari hingga petugas yang datang saat tak diundang.
Kini, Vantony Huang masih bertarung melawan Telkom dan Telkomsel di PN Stabat. Bukti-bukti kecurangan Telkom dan Telkomsel sudah disampaikannya. Tinggal beberapa lagi agenda persidangan, Vantony bisa mendengarkan putusan hakim.
Akankah Vantony Huang mampu memenangkan gugatannya melawan Telkomsel dan Telkom? (hidayat ahmad)






