METRO24JAM.ID – Ada apa dengan Menteri Andi Amran Sulaiman dan Aceh? Pertanyaan itu sangat pantas digaungkan rakyat Aceh. Kenapa?
Karena dari berbagai persoalan yang ada, Amran dinilai sebagian kalangan selalu ingin ‘mempermalukan’ Aceh. Mulai dari import beras yang sempat jadi polemik, hingga kini dana Kementan yang dianggap ‘diendapkan’ Pemprov Aceh.
Seakan-akan, Mentan tidak mengerti dengan apa yang disampaikannya ke publik. Setelah terjadi gejolak di masyarakat, ujung-ujungnya hanya bisa terdiam dengan data-data yang disampaikan Pemprov Aceh.
Ya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Pemerintah Aceh sempat menjadi sorotan publik akibat teguran Mentan terkait lambatnya realisasi penyaluran dana bantuan pemulihan sektor pertanian pascabencana senilai Rp1,6 triliun hingga Rp2,5 triliun untuk wilayah Sumatera, di mana Aceh dinilai rendah dalam hal penyerapan anggaran.
Polemik ini berujung pada audiensi Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) ke Jakarta dan klarifikasi bahwa dana tersebut berupa program bantuan langsung (bukan transfer ke kas daerah). Dan saat ini, kedua pihak sepakat mempercepat pemulihan lahan.
Dalam kesepakatan itu, Pemerintah Aceh menegaskan dana miliaran hingga triliun rupiah dari Kementerian Pertanian tidak ditransfer ke kas daerah.
Hanya saja, bantuan disalurkan langsung lewat satuan kerja (satker) pusat, balai, serta skema tugas pembantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan), benih dan rehabilitasi lahan.
Jadi saat ini, penyerapan anggaran melalui satker daerah dilaporkan terus berjalan dan dikebut untuk memulihkan puluhan ribu hektare sawah terdampak bencana. (hidayat ahmad)






