METRO24JAM.ID – Nasib apes dialami Marwandi (32 tahun). Niat hati ingin mencari peruntungan dengan menjual mobil via COD (antar bayar di tempat), eh malah diteriaki maling. Akibatnya, warga Komplek Graha Millenium dan temannya Ari, oknum TNI, babakbelur dikeroyok kawan-kawan calon pembeli.

Peristiwa itu berawal saat Marwandi dan Ari ingin menjual mobil jenis WR-V kepada Imanuel Saragih. Dalam kesepakatan, bertemulah Marwandi dan Imanuel di kawasan Perumahan Bumi Asri, Jalan Asrama Medan Helvetia, Minggu (26/7/2026) sekira jam 19.40 WIB.
Setelah bertemu, Imanuel pun langsung memeriksa mobil yang akan dibeli. Dalam pemeriksaan itulah, Imanuel meyakini mobil WR-V itu miliknya.
Mendapati kenyataan itu, Imanuel dan rekan-rekannya meneriaki Marwandi dan Ari maling. Sontak teriakan itu membuat warga dan sebagian rekan-rekan Imanuel berdatangan dan langsung mengeroyok Marwandi dan Ari.

Kekisruhan itu semakin panas dengan teriakan seorang wanita yang terus mengatakan bahwa Marwandi dan Ari maling. Warga di perumahan itu semakin ramai. Marwandi dan Ari pun sempat dipukuli hingga babakbelur.
“Bahkan sejumlah oknum TNI kabarnya juga dibawa Imanuel Cs dan ikut melakukan pemukulan. Tapi yang terus memprovokasi wanita yang berbaju putih, bang,” ujar sumber kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Namun Marwandi telah melaporkan kasus pengeroyokan yang dialaminya ke Polda Sumut dengan Nomor: STTLP/B/1212/VII/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 27 Juli 2026.
Sedangkan untuk pelaporan atas oknum TNI yang ikut melakukan pengeroyokan, pihak Marwandi dan Ari masih melakukan konsolidasi ke pihak polisi militer. (hidayat ahmad)






