METRO24JAM.ID – Lagi-lagi seorang wanita dihamili lalu sang lelaki lepas tanggung jawab. Kali ini dialami wanita berinisial NA. Parahnya usai dihamili, NA malah sempat ‘dipaksa’ aborsi.
Pelakunya seorang pria berinisial Ales, yang dikabarkan anak FS, disebut-sebut Guru Besar Fakultas Kedokteran USU. Kini kasusnya bergulir ke ranah hukum, setelah NA melaporkan Ales ke Polrestabes Medan dengan laporan polisi (LP) Nomor: LP/B/633/II/POLRESTABESMEDAN/POLDASUMUT tertanggal 9 Februari 2026.
Keterangan diperoleh wartawan menyebutkan, kisah pilu yang dialami NA berawal dari hangout bersama Ales dan teman-temannya di salah satu tempat hiburan malam, Minggu (7/12/2025) dinihari. Setelah puas menikmati minum dan alunan musik, NA minta diantarkan pulang.
Tapi bukan kediaman NA yang jadi tujuan Ales. Dia malah mengarahkan mobil ke salah satu hotel.
Meski sempat menolak, dengan sedikit memaksa dan bujuk rayu, Ales berhasil membuat NA mengikuti kemauannya.
Di kamar hotel, lagi-lagi NA dibujuk rayu. Karena terus menolak, dengan sedikit memaksa, mau tak mau NA merelakan tubuhnya disetubuhi Ales.
Apes, benih yang ditanamkan Ales berbuah. NA hamil.
Hal itu pun dilaporkan NA kepada Ales. Mendapat kenyataan itu, Ales sempat meminta NA untuk menggugurkan kandungannya.
“Saya sempat diminta makan obat pencegah kehamilan. Tapi tetap saja janin dalam kandungan berkembang,” kata NA.
Melihat kondisi itu, NA pun panik dan meminta Ales menikahinya. Ales bersama keluarga pun sudah mendatangi kediaman orangtua NA untuk membicarakan solusi atas kehamilannya.
“Ales di depan keluarganya dan keluarga saya sudah mengakui perbuatannya. Tapi keluarga Ales tetap ngotot ingin anak dalam kandungan saya digugurkan. Keluarga saya menolak. Karena kami hanya minta Ales bertanggungjawab dengan menikahi saya,” tutur NA kepada wartawan seperti dikutip dari mudanews.com, Rabu (11/2/2026).
Karena tak ada kesepakatan, akhirnya NA ditemani orangtuanya resmi melaporkan Ales ke Polrestabes Medan.
“Untuk membuktikan janin dalam kandungan saya memang darah daging Ales, pihak keluarga Ales meminta NA untuk tes DNA. Saya setuju dan akan melakukan tes DNA setelah bayi ini lahir. Namun, pihak keluarga Ales tidak mau menikahkan kami. Makanya saya melaporkannya ke polisi,” tukas NA.(hidayat ahmad)






