METRO24JAM.ID – Pascabencana besar yang meluluhlantakkan Aceh, PT Bank Aceh Syariah kembali dipercaya Pemerintah Pusat sebagai salah satu lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah untuk Tahun Anggaran 2026. Kepercayaan ini diwujudkan dengan pemberian alokasi kuota KUR sebesar Rp 1,5 triliun.
Direktur Utama Bank Aceh Fadhil Ilyas melalui Sekretariat Perusahaan Bank Aceh Ilham Novrizal mengaku optimis akan bisa menyalurkan kuota itu. Apalagi kuota KUR memang ditujukan untuk memperkuat akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Kami yakin seluruh alokasi KUR tahun 2026 dapat terserap secara optimal untuk mendukung ekspansi bisnis UMKM di daerah. Kami juga berkomitmen untuk menjaga amanah ini dengan menyalurkan pembiayaan secara produktif, namun tetap menjaga kualitas pembiayaan yang sehat,” ujar Ilham.
Dijelaskannya, langkah ini merupakan bagian dari fokus bank untuk terus menjadi pilar utama pertumbuhan UMKM daerah.
Hingga akhir tahun 2025, Bank Aceh telah mencatatkan performa impresif dengan merealisasikan pembiayaan KUR Syariah mencapai Rp 2,56 triliun. Dana itu telah memberikan dampak nyata bagi 23.853 pelaku UMKM di berbagai wilayah.
Berdasarkan data kinerja, sektor perdagangan masih mendominasi sebagai kontributor utama penyaluran. Meski demikian, sektor-sektor strategis lainnya seperti pertanian dan jasa perorangan terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif sebagai pilar pendukung ekonomi lokal. (hidayat ahmad)
sumber: putaran.id






