METRO24JAM.ID – Polisi masih terus memburu para pelaku pengeroyokan dan penikaman Arpandi yang berlangsung di Jalan Kolonel Sugiono Kelurahan Aur Medan Maimun, tepatnya di depan New Zone, Minggu (4/1/2026) sekira jam 05.30 WIB.
Demikian disampaikan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Fandi Kurniawan terkait progres penanganan laporan pengeroyokan itu, kemarin.
Menurut Iptu Fandi, pihaknya sudah mengantongi identitas para pelaku. Fandi juga mengatakan, kasus penikaman ini akan menjadi atensinya.
“Kasus ini akan menjadi atensi kita,” tegasnya.
Sementara itu, ibu korban, Nurhayati berharap agar para pelaku segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Saya berharap Polsek Medan Kota segera menangkap para pelaku yang telah menganiaya anak saya. Karena aksi pengeroyokan dan penikaman ini, anak saya harus dirawat intensif di rumah sakit,” sesalnya.
Dengan hati yang masih diselimuti kesedihan mendalam, Nurhayati mengaku masih tetap percaya Polsek Medan Kota mampu memberi rasa keadilan kepada anaknya.
“Saya tetap percaya dan berharap Polsek Medan Kota bisa segera menangkap para pelaku yang telah menganiaya anak saya,” ujarnya.
Dari informasi yang diperoleh wartawan, peristiwa ini bermula pada Minggu (4/1/2026) sekira jam 05.30 WIB. Sehabis jalan-jalan, Arpandi dan temannya Robi melintas berboncengan menggunakan sepedamotor. Saat itu, Arpandi mau mengantar Robi ke rumahnya di Jalan Pantai Burung Kelurahan Aur.
“Kami habis jalan-jalan. Pas pulang, lewat dari depan New Zone. Saat itu, Robi melihat saudaranya, Willi, ribut di situ. Pertama aku tengok-tengok aja dari atas sepeda motor,” ujar Arpandi.
Tak lama berselang, Robi menghampirinya dan minta tolong untuk membantu sanudaranya.
“Jadi karena orang itu masih terus ribut, Robi mendatangiku dan minta tolong membantu saudaranya,” ujar Arpandi.
Belum sempat Arpandi ikut membantu, para pelaku malah datang mengejar, mengeroyok dan menikamnya.
“Saudara Robi kusuruh naik kereta (sepedamotor) tapi tidak mau. Jadi pas di situ langsung musuhnya itu menyerang aku. Dikeroyok orang itulah aku rame-rame. Ada sekitar enam sampai tujuh orang. Tak hanya dikeroyok, aku juga ditabrak dengan kereta trail,” beber Arpandi. (hidayat ahmad)






