METRO24JAM.ID – Pemerintah telah menetapkan anggaran makan bergizi gratis (MBG) Tahun 2026 sebesar Rp335 triliun. Anggaran ini dinilai banyak kalangan manipulatif dan tak masuk akal. Kenapa?
Ya, anggaran sebesar itu terkesan mengangada. Karena dari data yang ada di Dapodik, jumlah siswa penerima manfaat diperkirakan hanya 55,28 juta.
Jadi kalau satu siswa mendapatkan anggaran MBG Rp15 ribu per hari, dengan hari efektif sekolah hanya 190 hari, kebutuhan ril MBG diperkirakan hanya Rp157,55 triliun.
Hal ini sangat jauh di bawah angka yang ditetapkan. Sehingga, sejumlah pihak, termasuk Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Prof Agus Sartono, mempertanyakan rasionalitas perhitungan tersebut.
“Berdasarkan data Dapodik, jumlah siswa penerima manfaat diperkirakan 55,28 juta dengan anggaran Rp15 ribu per siswa per hari. Dengan hari efektif sekolah hanya 190 hari, kebutuhan ril MBG diperkirakan hanya Rp157,55 triliun. Hal ini sangat jauh di bawah angka yang ditetapkan,” ujar Agus Sartono.
Sementara dari pantauan wartawan di lapangan, tidak semua sekolah mendapatkan program MBG. Terutama di Medan, banyak sekolah yang siswanya tak menerima program MBG.
“Di Medan aja, banyak sekolah yang siswanya tidak mendapat program MBG. Seperti SMK Persit. Kalau pun ada, sekolah ini hanya mendapat cuma sebulan sekali,” ujar May, warga Medan, Senin (19/1/2026).
Jadi apakah pantas anggaran sebesar itu digelontorkan untuk program yang dinilai banyak bermasalah dan rentan korupsi?
Kalau dari data Dapodik saja anggaran itu sudah terlalu besar, kenapa juga masih banyak siswa yang tidak mendapat program MBG? (hidayat ahmad)






