METRO24JAM.ID – Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City di Balai Kota pada Kamis (1/1/2026) waktu setempat. Dia juga mencetak sejarah sebagai wali kota pertama di NYC yang mengucapkan sumpah dengan Al-Qur’an.
Selain disumpah dengan menggunakan Al-Qur’an, upacara pelantikan Zohran Mamdani juga disertai doa yang dipimpin oleh Imam Khalid Latif, seorang ulama di New York. Dan untuk pertama kalinya juga, doa berbahasa Arab menggema di Balai Kota.
Perlu diketahui, Imam Khalid Latif adalah Direktur Eksekutif sekaligus pemuka agama (Chaplain) Islamic Center Universitas New York (NYU).
Ia dikenal sebagai tokoh yang mentransformasi komunitas Muslim di NYU (New York University) menjadi salah satu pusat kegiatan mahasiswa Muslim paling aktif di Amerika Serikat.
Imam Khalid Latif didampingi perwakilan dari berbagai agama, menyampaikan doa yang berfokus pada bagaimana koalisi Mamdani berbicara untuk warga New York biasa, bukan untuk orang kaya atau yang berkuasa.
“Ya Allah, Ya Rahman, Ya Arhamarrahimin – Wahai Zat Yang paling Pengasih dari semua yang Pengasih, Kami menghadap kepada-Mu pada hari ini dari kota kami dengan hati yang penuh harapan.”
“Terima kasih atas momen ini. Terima kasih atas individu-individu luar biasa yang telah Engkau kumpulkan di sini, beragam dalam warna kulit, bahasa, perjalanan dan nama, tetapi bersatu dalam tujuan, dipersatukan oleh harapan bersama, semuanya mendambakan untuk membangun sesuatu yang bermakna, abadi dan berakar pada cinta, martabat, rasa hormat dan keadilan, bukan lagi untuk segelintir orang, tetapi untuk semua,” kata Imam Khalid Latif seperti dilansir dari CBS, Sabtu (3/1/2026).
Dalam doanya juga, Imam Khalid Latif berharap Mamdani tetap fokus melayani rakyat selama menjabat sebagai wali kota.
“Jangan pernah biarkan dia lupa bahwa jabatan ini ada untuk melayani rakyat, bukan untuk berada di atas mereka,” kata Latif dalam doanya.
“Kami mendoakan semua orang yang bersatu untuk mewujudkan apa yang menurut banyak orang tidak mungkin terjadi.”
Dia kembali melanjutkan, “Jangan sampai ada yang harus memilih antara membayar sewa dan harga diri, antara obat-obatan dan makanan, antara bertahan hidup dan sekadar bertahan lapar.”
“Biarlah kebijakan dibentuk oleh rasa empati dan anggaran yang mencerminkan nilai-nilai kita.”
Mamdani adalah wali kota Muslim pertama di kota terbesar di negara itu. Ia adalah pendukung vokal hak-hak Palestina dan kritikus Israel.
Terpilihnya Mamdani memicu kekhawatiran di antara banyak kaum konservatif dan pendukung Israel. Beberapa lawan politik berusaha menghubungkannya dengan teroris Islam.
Mamdani sebelumnya mengatakan, dia telah diberitahu untuk meredam keyakinannya ketika mencalonkan diri untuk jabatan politik dari Partai Demokrat. (hidayat ahmad/langit7)






