METRO24JAM.ID – Ketua Golkar Pematang Siantar Mangatas Silalahi dengan tegas mengajak seluruh kader Golkar di Sumut untuk solid melakukan perlawanan dan penolakan terhadap putusan yang telah dikeluarkan DPP Golkar.
Perlawanan itu harus dilakukan seluruh kader Golkar Sumut demi menyelamatkan partai ini dari kehancuran di masa mendatang karena dipimpin oleh ketua umum yang bukan datang dari ‘bawah’.
Mangatas menilai, Bahlil Lahadalia adalah sosok yang paling bertanggungjawab atas putusan yang dinilai akan menghancurkan citra partai.
“Kami kader Golkar di Sumut berharap agar Dewan Penasehat dan Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar untuk menyikapi hal ini dengan serius. Jika ini dibiarkan maka partai ini akan bisa seenaknya diobok-obok orang yang bukan kader partai. Sebenarnya yang harus di-Plt-kan itu ya Bahlil sebagai ketua umum bukan Ijeck,” pungkasnya.
Reaksi keras juga disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Tapanuli Utara (Taput) FL Fernando Simanjuntak. Fernando mengatakan, kader Golkar di Taput menilai putusan penunjukan Plt Ketua Golkar Sumut yang dikeluarkan DPP merupakan putusan ‘abal-abal’ yang terkesan dipaksakan.
“Kenapa saya bilang putusan abal-abal karena tidak ada dasar yang melandasi kenapa Ijeck sebagai ketua DPD Golkar mesti diganti dan menunjuk Plt ketua. Masa orang dibuang tak tahu apa salahnya. Kan, aneh ini,” katanya.
Jika keputusan ini dibiarkan, katanya, bisa saja nanti bagi ketua DPD Golkar di daerah yang telah berjuang dan memiliki prestasi untuk membesarkan partai akan mengalami nasib yang sama dengan Ijeck.
“Partai ini bukan punya orang tertentu. Jadi kalau putusan terhadap Ijeck ini terjadi saat ini, maka bisa juga akan kami (ketua DPD Golkar II) alami. Jika putusan itu berdasarkan pesanan atau ada kekuatan luar,” tegasnya.
Untuk itu, katanya, kepada seluruh kader dan ketua DPD Golkar di kabupaten/kota agar mengambil sikap atas putusan yang dinilai telah melewati batas.
“Jika nantinya putusan ini (pergantian Ijeck) tidak dibatalkan maka secara pribadi saya akan keluar dari partai ini. Karena buat apa membesarkan partai, jika nantinya bisa seenaknya juga dibuang oleh kekuatan luar partai ini,” pungkasnya. (mbc/hidayat ahmad)






