METRO24JAM.ID – Publik dunia terus bertanya-tanya kenapa ‘penculikan’ Presiden Venezuela Nicolas Maduro terkesan terlalu mudah. Kini perlahan tapi pasti, pertanyaan itu mulai menemukan jawabannya. Apa jawabannya?
Ya, publik dunia sempat geger dengan penangkapan Nicolas Maduro. Selain terkesan tanpa perlawanan, pasukan elite AS juga tampak begitu mudah memasuki wilayah teritorial Venezuela.
Setelah diusut, barulah terungkap bahwa ‘penculikan’ Nicolas Maduro tak lepas dari pengkhianatan sahabat sekaligus kepala pengamanan presiden sendiri, yakni Jendral Javier Marcano Tabata.
Selain sebagai jenderal pengaman presiden, Javier Marcano Tabata juga memimpin Direktorat Jenderal Kontraintelijen Militer (DGCIM). Posisinya memberikan akses ke informasi yang sangat sensitif mengenai keselamatan presiden.
Kini, Sang Jenderal telah ditangkap Presiden (Interim) Delcy Rodriguez. Javier dianggap telah berkhianat karena bekerjasama dengan Washington.
Dari penyelidikan intelijen Venezuela, Javier Marcano Tabata telah memberikan informasi titik koordinat keberadaan Nicolas Maduro. Dia juga yang mematikan sistim udara Venezuela saat tentara AS memasuki wilayah Venezuela.
Jadi tak heran, pasukan AS begitu mudah menangkap Presiden Nicolas Maduro. Bukan karena ketangguhan tentara AS, tapi karena pengkhianatan seorang sahabat presidennya sendiri.
Bagaimana menurut kalian? (hidayat ahmad)






