METRO24JAM.ID – Aksi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan rombongannya menuai polemik usai merazia dan menghentikan mobil truk bernomor polisi Aceh atau BL yang melintas di Kabupaten Langkat.
Dari video viral tampak Bobby didampingi Asisten Umum Pemprov Sumut Muhammad Suib menghentikan truk plat BL. Mereka lalu meminta agar sopir mengurus perpindahan plat BL ke BK agar bisa melewati jalan tersebut.
Setelah viral dan menimbulkan kegaduhan, belakangan Pemprov Sumut meminta maaf atas peristiwa yang terekam dalam video viral tersebut.
Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansyah Harahap mengatakan, Pemprov Sumut meminta maaf kepada masyarakat jika pesan yang tersampaikan berbeda. Pemprov Sumut disebut bakal memperbaiki komunikasi publik.
“Kami mohon maaf bila pesan yang sampai di masyarakat terkesan berbeda. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus memperbaiki komunikasi publik dan selalu terbuka terhadap masukan dari masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga suasana yang kondusif, saling mendukung demi pembangunan Sumatera Utara yang lebih baik,” kata Erwin dalam keterangannya, Senin (29/9/2025).
Erwin lalu meluruskan peristiwa yang terjadi. Dia mengatakan, jajaran termasuk Suib, tak bermaksud melarang kendaraan plat luar melintas maupun beraktivitas di wilayah Sumut.
Suib dinilai ingin mengajak kendaraan yang beroperasi di Sumut untuk menggunakan plat BK maupun BB. Tujuannya agar pajak masuk ke Sumut guna memperbaiki kembali jalan di Sumut.
Erwin pun menegaskan, semua kendaraan tetap berhak melintas dan beraktivitas di wilayah Sumut.
“Perlu kami sampaikan dengan tegas, maksud dari pejabat terkait yang ada di video tersebut bukanlah melarang kendaraan berplat luar masuk ke Sumatera Utara. Semua orang tetap bebas melintas, bekerja, ataupun berdagang di wilayah Sumut,” kata Erwin.
Lalu setelah kebijakan ini membuat gaduh dan kisruh di kalangan masyarakat, Gubsu Bobby Nasution kok terkesan diam? Kenapa hanya anak buahnya yang meminta maaf, sementara Bobby yang ikut langsung melakukan ‘razia’ terkesan lepas tangan.(hidayat ahmad/cnn)






