METRO24JAM.ID – Sejumlah ledakan dahsyat mengguncang Caracas. Beberapa helikopter juga dilaporkan terbang di langit ibukota Venezuela tersebut.
Terlihat helikopter yang terbang bersamaan dengan beberapa ledakan di bawahnya.
AFP melaporkan Pemerintah Venezuela juga telah menyatakan darurat nasional setelah kejadian yang disebut ‘serangan AS’. Pemerintah juga menegaskan melakukan mobilisasi masyarakatnya, dikutip Sabtu (3/1/2026).
“Venezuela di hadapan komunitas internasional menolak, menyangkal dan mengecam agresi militer sangat serius yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela,” demikian pernyataan resmi Pemerintah Venezuela, dikutip dari AFP.
Selain itu, serangan itu juga bertujuan merebut sumber daya strategis. Termasuk minyak dan mineral milik negara.
“Tujuan serangan ini tidak lain merebut sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak dan mineral, dengan cara menghancurkan kemerdekaan politik negara secara paksa. Mereka tidak akan berhasil,” sebutnya.
Setidaknya terdapat 7 ledakan dan pesawat yang terbang rendah pada jam 2:00 pagi waktu setempat atau 13.00 WIB. Termasuk asap yang terlihat dari hanggar pangkalan militer di Caracas.
Banyak masyarakat yang berlarian ke jalanan setelah ledakan terjadi. Seorang saksi mata bernama Carmen Hidalgo (21 tahun) mengaku mendengar ledakan dan pesawat.
“Seluruh tanah bergetar, ini mengerikan. Kami mendengar ledakan dan pesawat,” ungkapnya.
Hingga saat ini, belum jelas penyebab ledakan. Baik Pemerintah Venezuela, Pentagon dan Gedung Putih belum menanggapi permintaan berkomentar.
Hari Kamis waktu setempat, Maduro pernah mengatakan AS ingin memaksakan perubahan pemerintahan di negaranya. Pemerintah Donald Trump ingin mendapatkan akses ke cadangan minyak dengan melakukan tekanan, termasuk pengerahan militer di Laut Karibia pada Agustus lalu. (cnbc/hidayat ahmad)






