METRO24JAM.ID – Tak salah kalau Medan dijuluki Gotham City. Kenapa? Karena ada kesan maling ‘dibiarkan’ dan pelaku kriminal ‘dilindungi’.
Setidaknya hal itu dirasakan Febri (24 tahun) dan Hans Nathanael Saragih (24 tahun). Kedua pasangan ini harus merasakan getirnya hidup di Medan.
Bagaimana tidak. Sepedamotor yang baru di parkir di halaman Seafood Mak Judes di Jalan Sei Batanghari bisa hilang tanpa bekas. Padahal, lingkungan parkir dijaga dengan sejumlah juru parkir yang jumlahnya 2 hingga 4 orang.
Tak hanya kehilangan sepedamotor. Teman pria Febri yang coba mempertanyakan kehilangan itu, malah dikeroyok para tukang parkir. Akibatnya, Hans mengalami benjol di kening dan sekujur tubuhnya memar.
Namun anehnya, pihak Seafood Mak Judes terkesan cuek. Tak ada upaya untuk mencari solusi atas kehilangan tersebut.
Saat Amri, yang mengaku perwakilan Seafood Mak Judes ditemui, hanya janji yang bisa diberikan. Tapi hingga 2 minggu lebih kasusnya berlalu, tak ada respon apapun.
“Coba minta KTP dan STNK-nya biar saya foto. Nanti saya bicarakan sama bos seperti apa solusinya. Kalian buat aja dulu laporannya ke polisi,” ujar Amri saat kejadian, Minggu (15/3/2026).
Hal yang hampir sama ditunjukkan polisi. Meski kasus kehilangan dan pengeroyokan sudah dilaporkan ke Polsek Medan Sunggal, tapi hingga saat ini tak ada tindakan berarti apapun dari polisi.
“Usai kami laporkan, polisi ada melakukan olah TKP. Tapi setelah itu, tak ada kejelasan atas laporan yang kami buat. Para tukang parkir yang melakukan pengeroyokan juga masih bebas bekerja seperti tak ada kejadian apa-apa,” ujar Febri yang diamini Hans kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).
Sehebat itukah tukang parkir di Seafood Mak Judes? Hingga polisi rela nama baiknya tercoreng demi ‘melindungi’ para tukang parkir?
Begitu juga dengan pengusaha Seafood Mak Judes. Sebegitu berharganya kah para tukang parkir di tempatnya berbisnis hingga rela mempertaruhkan nama baik usahanya?
Kapolsek Medan Sunggal Kompol Yunus Tarigan yang coba dikonfirmasi via WhatsApp belum merespon. Pesan yang disampaikan wartawan belum ada jawaban. (hidayat ahmad)






