METRO24JAM.ID – Pemerintah kembali menyalurkan dana bantuan untuk korban bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar. Sedikitnya Rp1,2 triliun akan digelontorkan.
Ya, warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menerima bantuan sosial (bansos) dengan total nilai Rp1,2 triliun dari Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan itu disalurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk kebutuhan triwulan I Tahun 2026.
Penyaluran bansos dilakukan secara serentak sejak awal Februari 2026 setelah melalui proses pemutakhiran data penerima manfaat di wilayah terdampak. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan perlindungan sosial, terutama bagi kelompok rentan yang terdampak bencana.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan, penyaluran bansos reguler bagi warga terdampak bencana telah direalisasikan pada 1 Februari 2026. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR-RI bersama Wakil Menteri Sosial, Kepala BNPB, Kepala BPKH dan Baznas di Kompleks Parlemen Jakarta, Selasa (3/2/2026).
“Pada tanggal 1 Februari 2026 warga terdampak menerima bansos reguler PKH dan sembako atau BPNT. Jadi kita sudah salurkan untuk triwulan pertama wabilkhusus di tiga provinsi itu,” kata Agus Jabo.
Agus Jabo juga menjelaskan, Provinsi Aceh menjadi salah satu wilayah dengan jumlah penerima manfaat yang cukup besar. Sebanyak 318.143 keluarga menerima bantuan PKH dengan nilai anggaran mencapai Rp235.614.175.000.
Sementara itu, bantuan BPNT di Aceh disalurkan kepada 519.754 keluarga penerima manfaat.
“Jadi total anggaran untuk Provinsi Aceh, baik itu PKH maupun sembako sebanyak Rp311.852.400.000,” jelasnya.
Di Sumut, sebanyak 513.914 keluarga menerima bantuan PKH dan 889.212 keluarga menerima bantuan BPNT. Total anggaran yang digelontorkan untuk kedua program di wilayah ini mencapai Rp533.527.200.000.
Adapun di Provinsi Sumbar, bantuan PKH disalurkan kepada 188.279 keluarga dengan total anggaran sebesar Rp144.586.375.000. Selain itu, BPNT diberikan kepada 354.072 keluarga dengan nilai anggaran mencapai Rp212.443.200.000.
Selain memaparkan realisasi penyaluran bansos, Agus Jabo menyampaikan perkembangan terkini dampak bencana di 3 provinsi tersebut. Hingga 1 Februari 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.204 jiwa.
“Kabupaten/kota yang terdampak ada 53, kemudian total yang mengungsi 106.000 jiwa, yang masih dinyatakan hilang ada 140 jiwa,” urai Agus Jabo.
Dia menegaskan, pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai lembaga terkait untuk memastikan penanganan darurat, proses pemulihan dan penyaluran bantuan sosial berjalan tepat sasaran serta sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. (nu/hidayat ahmad)






