METRO24JAM.ID – Meski terus terpojok dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro sudah ditangkap, genderang perang masih terus ditabuh di Amerika Latin.
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino, dengan nada geram menegaskan, negaranya menolak keras kehadiran pasukan asing di tanah mereka.
Pernyataan ini muncul hanya beberapa jam setelah militer Amerika Serikat (AS) melancarkan agresi skala besar yang mengguncang stabilitas kawasan, Sabtu (3/1/2026). Bahkan saat Nicolas Maduro ditangkap, belum diketahui kondisi Padrino.
Namun melalui pesan video yang disiarkan secara nasional, Padrino berdiri tegak mewakili kedaulatan Venezuela. Ia menyebut kehadiran militer Negeri Paman Sam hanya akan meninggalkan jejak hitam bagi kemanusiaan.
“Venezuela yang merdeka, independen dan berdaulat dengan segenap kekuatan sejarahnya menolak kehadiran pasukan asing. Selama ini, mereka hanya membawa kematian, penderitaan dan kehancuran,” tegas Padrino dengan raut muka serius.
Saat ini, otoritas militer Venezuela tengah bergerak cepat untuk mengidentifikasi dampak kerusakan akibat gempuran udara dan darat yang dilakukan AS. Padrino mengakui pihaknya sedang mengumpulkan informasi mendetail mengenai jumlah korban luka maupun korban meninggal di pihak mereka.
Dia tak segan melontarkan kecaman keras dan menyebut manuver Washington sebagai tindakan ‘keji dan pengecut’.
Padrino juga mengetuk pintu nurani komunitas internasional dan organisasi multilateral untuk tidak tinggal diam melihat pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB.
“Kami sampaikan kecaman paling keras. Dunia harus mengutuk Pemerintah Amerika Serikat atas pelanggaran hukum internasional ini,” imbuhnya. (hidayat ahmad/bs)






